Kapasitas Hemodialisa RSUD dr Murjani Meningkat, Pasien Akut Bisa Ditangani di Luar Antrean
SB, SAMPIT - Kapasitas pelayanan hemodialisa (HD) di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini mengalami peningkatan. Rumah sakit yang sebelumnya hanya mampu melayani sekitar 15 hingga 16 pasien per hari, kini dapat menangani hingga 28 sampai 30 pasien setiap harinya.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr. Candra E, mengatakan peningkatan tersebut tidak hanya mendukung pelayanan pasien gagal ginjal yang menjalani HD secara rutin, tetapi juga memberikan ruang bagi pasien dengan kondisi darurat yang membutuhkan tindakan segera.
Menurutnya, pasien gangguan ginjal akut dari ruang perawatan terkadang harus menjalani hemodialisa tanpa menunggu antrean pasien rutin. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat karena tindakan cuci darah harus dilakukan berdasarkan kondisi medis pasien.
“Kadang ada pasien dari ruang perawatan yang setelah diperiksa mengalami gangguan ginjal akut dan harus segera dilakukan HD di luar antrean rutin. Kasus seperti itu juga cukup sering terjadi,” ujar Candra, Jumat (25/9/2026)
Ia menjelaskan, pelayanan HD rutin saat ini terbagi dalam dua sesi setiap hari. Pada sesi pagi terdapat sekitar 16 pasien, sementara sesi siang melayani sekitar 10 hingga 11 pasien.
Dengan pola pelayanan tersebut, total pasien yang dapat ditangani mencapai sekitar 28 hingga 30 orang dalam sehari. Pasien yang dilayani juga tidak hanya berasal dari Kotim, tetapi mencakup wilayah lain seperti Kabupaten Seruyan hingga Pagatan.
Peningkatan kapasitas layanan tersebut didukung oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus. Saat ini RSUD dr Murjani memiliki 13 perawat yang telah tersertifikasi untuk memberikan pelayanan hemodialisa.
Dalam pelaksanaannya, satu perawat rata-rata menangani tiga pasien. Namun, pasien dengan kondisi tertentu atau ketika menggunakan alat baru akan mendapatkan pengawasan lebih intensif dari petugas.
“Satu perawat biasanya memegang tiga pasien. Kalau ada alat baru atau kondisi tertentu, biasanya ada perawat yang khusus menjaga dan mengecek,” jelasnya.
Candra menambahkan, peningkatan kapasitas HD menjadi bagian dari upaya rumah sakit memenuhi kebutuhan pelayanan pasien dengan penyakit ginjal, termasuk pasien yang membutuhkan tindakan cuci darah secara rutin maupun kondisi akut.
Dengan bertambahnya kemampuan pelayanan tersebut, RSUD dr Murjani tidak hanya memperluas akses bagi pasien rutin, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memberikan respons lebih cepat terhadap pasien yang membutuhkan hemodialisa karena kondisi kegawatan ginjal. (f1/sb)