Lewati ke konten utama
Provinsi

MTQ Ke-57 Jadi Penggerak Ekonomi Kuala Kuayan dari 17 Kecamatan

Redaksi 04-10-2026, 14:49 WIB 2 menit baca
Pembukaan MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 di Kecamatan Mentaya Hulu ketika dibuka oleh bupati. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Pembukaan MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 di Kecamatan Mentaya Hulu ketika dibuka oleh bupati. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026 di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Camat Mentaya Hulu, HM Edison, mengatakan pembukaan MTQ ke-57 dan FSQ tingkat Kabupaten Kotim berjalan lancar. Ia bersyukur wilayahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kotim.

"Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan kegiatan ini segera berlalu dengan baik. Kalau ada kekurangan sedikit dan lain sebagainya, itu hal yang biasa," ujar Edison, Sabtu (3/10/2026). 

MTQ ke-57 dan FSQ tahun 2026 diikuti peserta dari 17 kecamatan. Sebanyak 357 peserta mengikuti MTQ, sementara 78 peserta mengikuti FSQ, sehingga total peserta dan personel yang terdaftar mencapai 435 orang.

Khusus Kecamatan Mentaya Hulu, kontingen yang mengikuti seluruh rangkaian perlombaan berjumlah 26 peserta.

"Untuk Mentaya Hulu ada 26 peserta dan kita mengikuti seluruh cabang yang dilombakan," katanya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni 3 hingga 7 Oktober 2026. Sebanyak 10 cabang lomba dipusatkan di Kelurahan Kuala Kuayan dengan lokasi yang tersebar di sejumlah fasilitas, seperti pesantren, aula kepolisian, SMA, SMP, aula masjid dan beberapa tempat lainnya.

Edison menyebut kehadiran ratusan peserta dan pendamping dari berbagai kecamatan turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kuala Kuayan. Warga dan pelaku UMKM mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung.

"Ini menjadi berkah bagi Kuala Kuayan. Kecamatan Mentaya Hulu, khususnya Kuala Kuayan, menjadi tuan rumah dan menerima masyarakat dari seluruh Kotawaringin Timur yang hadir untuk meramaikan MTQ ke-57," ungkapnya.

Ia bahkan mengimbau peserta dan masyarakat yang datang agar berbelanja kebutuhan selama kegiatan berlangsung di Kuala Kuayan. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan perputaran ekonomi dan mendukung UMKM lokal.

"Saya menyarankan khususnya yang berada di wilayah saya untuk belanja di sini. Kalau mau membeli kebutuhan dan sebagainya, saya arahkan jangan beli di Sampit, beli di sini saja untuk meningkatkan UMKM," jelas Edison.

Menurutnya, perputaran uang selama pelaksanaan kegiatan diperkirakan cukup besar. Dengan jumlah peserta dan masyarakat yang datang, transaksi ekonomi diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp100 juta per hari.

"Kalau kita lihat dari jumlah orangnya, kalau mereka belanja dan sebagainya, mungkin sehari lebih dari Rp100 juta," katanya.

Untuk mendukung kebutuhan pengunjung, terdapat sekitar 10 UMKM yang terdaftar dalam kegiatan tersebut. Selain itu, terdapat pula pelaku usaha lokal lainnya yang ikut berjualan selama pelaksanaan MTQ dan FSQ. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard