MB Ketapang Pertahankan Juara Umum MTQ ke-57, 15 Kali Juara Berturut-turut
SB, SAMPIT - Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Kasidah tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Prestasi tersebut menjadi gelar juara umum ke-15 yang diraih secara berturut-turut sejak 2012.
Kafilah Mentawa Baru Ketapang berhasil mengumpulkan nilai 235. Posisi kedua ditempati Kecamatan Tualan Hulu dengan nilai 181, sedangkan peringkat ketiga diraih Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan nilai 150.
Piala bergilir diserahkan Wakil Bupati Kotim Irawati kepada perwakilan kafilah Mentawa Baru Ketapang pada acara penutupan MTQ ke-57 dan Festival Seni Kasidah di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Rabu malam (7/10/2026).
“Selamat kepada para juara, semoga prestasi yang diraih menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat untuk meraih prestasi yang lebih baik,” kata Irawati.
Menurut Irawati, capaian tersebut harus diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan. Para peserta yang berhasil meraih juara juga diminta tidak cepat berpuas diri karena masih akan menghadapi MTQ dan Festival Seni Kasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kami berharap LPTQ dan LASQI Kotim dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan peserta yang akan mewakili daerah pada tingkat provinsi,” ujarnya.
Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja bersama seluruh kafilah, pelatih, official, dan LPTQ kecamatan.
Persiapan dilakukan secara intensif selama sekitar enam bulan, setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan pada April 2026.
“Alhamdulillah, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali mempertahankan juara umum untuk yang ke-15 kalinya secara berturut-turut sejak pertama kali diraih pada 2012,” ucapnya.
Pada MTQ ke-57, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengirimkan 72 kafilah dan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan. Irpansyah mengaku bangga terhadap perjuangan para kafilah, meskipun dirinya tidak dapat hadir secara langsung menerima trofi karena sedang berada di Surabaya untuk menjalankan tugas sebagai mentor peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
Sementara itu, Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan, pelaksanaan MTQ ke-57 menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya sebagai tuan rumah. Hal-hal yang telah berjalan baik diharapkan dapat dipertahankan, sedangkan berbagai kekurangan akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.
“Apa yang sudah baik, mari kita pertahankan. Apa yang masih kurang, mari kita perbaiki. Berikutnya apa yang belum sempurna, mari kita sempurnakan pada pelaksanaan selanjutnya,” kata Edison. (f1/sb)