Lewati ke konten utama
Provinsi

Selamat dari Kepungan Api, Orangutan Kehilangan Jari Kaki

Redaksi 08-10-2026, 20:32 WIB 2 menit baca
Petugas gabungan dari BKSDA dan pihak lainnya mengevakuasi orangutan bernama Novita yang terjebak di kawasan karhutla. (FOTO:BKSDA KALTENG)
Petugas gabungan dari BKSDA dan pihak lainnya mengevakuasi orangutan bernama Novita yang terjebak di kawasan karhutla. (FOTO:BKSDA KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA – Upaya menyelamatkan diri dari kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dibayar mahal oleh seekor orangutan muda. Novita, orangutan betina berusia sekitar empat tahun, berhasil keluar dari kawasan yang terbakar, namun mengalami luka serius pada bagian tangan dan kakinya.

Novita ditemukan dan dievakuasi tim di kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, 26 September 2026. Saat dievakuasi, terdapat luka bakar pada telapak tangan dan kaki. Dugaan sementara, luka tersebut terjadi ketika Novita melintasi bagian lantai hutan yang masih menyimpan bara sebelum berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.

Kini, Novita masih berada dalam penanganan tim medis di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF Nyaru Menteng. Kondisinya terus dipantau setelah mendapatkan penanganan darurat saat proses evakuasi.

Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, perkembangan luka bakar Novita sejauh ini menunjukkan hasil yang cukup positif. Meski demikian, dampak cedera tersebut masih harus dilihat seiring proses pemulihan berlangsung.

“Kondisi luka bakar Novita saat ini menunjukkan perbaikan positif. Namun, pascapulih nanti kemungkinan kondisinya tidak dapat kembali 100 persen seperti sedia kala sebelum terbakar. Penjelasan rinci terkait potensi cacat fisik nantinya akan disampaikan langsung oleh tim medis,” kata Andi saat ditemui awak media, Kamis (8/10/2026) sore.

Andi menuturkan, BKSDA hingga kini belum menerima laporan adanya satwa dilindungi yang mati akibat karhutla. Pemantauan di kawasan terdampak juga terus dilakukan bersama instansi terkait untuk mendeteksi keberadaan satwa yang kemungkinan masih terjebak atau membutuhkan pertolongan.

“Untuk itu, masyarakat kami imbau segera melapor melalui call center BKSDA Kalteng apabila menemukan satwa liar yang terisolasi atau membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Yayasan BOS, Dr. Ir. Jamartin Sihite mengungkapkan, tingkat luka bakar yang dialami Novita mencapai sekitar 20 persen. Cedera terparah berada di bagian telapak dan jari kaki yang diduga menjadi dampak saat Novita melewati kawasan yang terbakar.

“Novita mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian telapak dan jari kakinya karena harus berjalan menembus bara api sebelum akhirnya memanjat pohon untuk menyelamatkan diri,” ungkap Jamartin.

Akibat luka tersebut, jaringan pada sejumlah jari kaki Novita tidak lagi dapat dipertahankan. Meski begitu, Jamartin menyebut kondisi telapak kaki masih memiliki peluang untuk pulih. Setelah fase perawatan selesai, Novita akan menjalani tahapan rehabilitasi dan serangkaian evaluasi, termasuk kemampuan memanjat serta mencari makanan sendiri.

“BOSF memiliki pengalaman melepasliarkan orangutan tanpa jari dan mereka mampu bertahan hidup dengan baik di alam bebas. Kami optimistis Novita bisa kembali ke hutan setelah menjalani seluruh tahapan pemulihan, uji kelayakan memanjat, dan kemampuan mencari makan mandiri sesuai protokol keselamatan,” pungkasnya. (rk/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard