Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Bundaran KB Sampit Diincar Jadi Ikon Baru, Penataan Disiapkan Masuk Anggaran 2027

Redaksi 08-10-2026, 12:52 WIB 2 menit baca
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid

SB, SAMPIT – Bundaran KB Sampit tak lama lagi bisa punya wajah baru. Kawasan yang kini semakin ramai oleh kendaraan, permukiman, dan aktivitas usaha itu didorong untuk ditata agar lebih tertib sekaligus memiliki tampilan yang lebih ikonik.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid mengatakan penataan Bundaran KB perlu dilakukan bersama antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Saya mengusulkan agar kawasan bundaran ini ditata oleh provinsi. Semoga dengan penataan oleh provinsi, pemerintah kabupaten juga terdorong untuk menata bundaran ini sehingga ke depan bisa lebih ikonik,” ujar Hafid, Kamis (8/10/2026).

Hafid menyebut rencana tersebut mulai dipersiapkan dan diupayakan masuk dalam rancangan anggaran 2027.

Menurutnya, Bundaran KB memiliki posisi strategis karena berada di titik nol ruas Jalan Sampit-Samuda. Seiring pertumbuhan kawasan, kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih tertata juga semakin besar.

“Jangan hanya bundarannya yang dibenahi. Kawasan di sekitarnya juga harus ditata supaya hasilnya benar-benar terlihat,” ujarnya.

Dinas PUPR Kalteng menyatakan siap menindaklanjuti usulan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalteng Chandra Puji Asmara mengatakan konsep penataan mulai disiapkan.

“Penataan bundaran ini juga akan mencakup pembangunan drainase sekaligus trotoar, termasuk untuk rencana pelebaran jalan di area bundaran,” kata Chandra.

Dengan konsep tersebut, penataan Bundaran KB tidak hanya mengejar tampilan kawasan. Infrastruktur dasar juga menjadi perhatian, terutama drainase, jalur pejalan kaki, dan kapasitas jalan.

Kawasan yang semakin padat membutuhkan penataan yang mampu mengimbangi aktivitas masyarakat. Drainase yang baik diharapkan mendukung kondisi lingkungan, sementara trotoar memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki.

Persoalan kewenangan juga menjadi perhatian. Jalan di kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Kalteng, sedangkan Bundaran KB merupakan aset Pemkab Kotim.

Karena itu, koordinasi kedua pemerintah dinilai menjadi kunci agar penataan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Camat Mentaya Baru Ketapang Irpansyah menyambut baik rencana tersebut. Ia memastikan pihak kecamatan siap membantu menyosialisasikan rencana penataan kepada warga sekitar.

Jika rencana tersebut terealisasi, Bundaran KB bukan hanya diharapkan lebih tertib dari sisi lalu lintas, tetapi juga tampil sebagai salah satu wajah baru Kota Sampit. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard