Gubernur Sebut RMU di Kotim Mampu Olah 1.000 Ton Gabah Perbulan
SB, SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyebut pabrik penggilingan padi modern atau Rice Milling Unit (RMU) di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkirakan mampu mengolah sekitar 40 ton gabah.
Jika beroperasi secara optimal, kapasitas pengolahannya ditargetkan mencapai 1.000 ton dalam sebulan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai produksi pertanian sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan beras masyarakat, khususnya di wilayah Sampit dan sekitarnya.
Menurut Agustiar, pemilihan kawasan Samuda sebagai lokasi pembangunan RMU mempertimbangkan kedekatan antara sentra produksi padi sebagai sektor hulu dan fasilitas pengolahan sebagai sektor hilir.
Kedekatan tersebut dinilai penting untuk menekan biaya transportasi gabah sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.
“Kalau hulunya di sini, hilirnya juga harus dekat. Pabrik penggilingan jangan terlalu jauh dari lokasi produksi, karena itu berkaitan dengan ongkos produksi,” jelasnya.
Agustiar berharap, pengoperasian RMU dapat mengintegrasikan proses produksi pertanian di Kalteng, mulai dari kegiatan petani menghasilkan gabah hingga pengolahan menjadi beras yang siap dipasarkan.
"Hasil pertanian lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk gabah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah", jelasnya.
Keberadaan RMU tersebut juga diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan daerah, meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian, serta mendukung ketersediaan beras bagi masyarakat.
"Pncapaian kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton per bulan bergantung pada optimalisasi operasional fasilitas serta ketersediaan pasokan gabah dari petani setempat", pungkasnya. (f1/sb)