Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Agustiar Sabran Turun Tangan Perkuat Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Redaksi 13-10-2026, 09:45 WIB 3 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran didampingi Wagub dan Sekda mengikuti rapat virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto. (FOTO:ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran didampingi Wagub dan Sekda mengikuti rapat virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Pemprov Kalteng mulai menyalurkan bantuan pompa air portabel atau alkon untuk membantu tim pemadam mengatasi kebakaran yang melanda kawasan konservasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan tersebut.

Agustiar menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait. Pemprov Kalteng pun berkomitmen mendukung upaya pemadaman agar penanganan di lapangan berjalan lebih optimal.

“Pemprov Kalteng siap terus bekerja sama, berkoordinasi, dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait dalam penanggulangan karhutla, termasuk pemadaman api yang tengah melanda Taman Nasional Tanjung Puting,” tegas Agustiar.

Dukungan tersebut menjadi penting mengingat Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan, termasuk sebagai salah satu habitat terbesar orangutan di Indonesia.

Komitmen penanganan karhutla itu dibahas dalam rapat virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (12/10/2026). Dalam rapat tersebut, Agustiar mengikuti perkembangan penanganan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung upaya pemadaman di wilayah Kalteng.

Tim pemadam di Tanjung Puting dipimpin langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Sebelum operasi dilanjutkan secara maksimal, tim telah meninjau lokasi untuk memastikan proses pemadaman dapat berlangsung aman dan efektif.

Selain bantuan alkon yang mulai disalurkan Pemprov Kalteng, kebutuhan tambahan peralatan pemadam dan sumber air juga menjadi perhatian. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan dukungan berupa pengiriman 200 pompa air serta pendanaan pembangunan 200 titik sumur bor.

Dukungan operasi udara juga akan diupayakan untuk membantu Satgas Darat. Sementara itu, teknologi modifikasi cuaca turut menjadi bagian dari langkah penanganan untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.

Presiden Prabowo mengapresiasi kerja sama seluruh satuan tugas, kepala daerah, dan pihak terkait yang telah bekerja menangani ribuan titik api, terutama di enam provinsi prioritas lahan gambut.

“Saya terima kasih adanya kerja sama yang baik, kuncinya itu. Sekali lagi penghargaan saya kepada semua unsur, kepada semua jajaran dan anak buah,” ujar Prabowo.

Selain menekankan pentingnya pemadaman, Presiden meminta pemerintah memperkuat pencegahan karhutla hingga tingkat desa. Edukasi masyarakat dan kampanye pencegahan perlu dilakukan secara masif agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini.

“Ke depan, kampanye kita harus masif, komprehensif, dan bersifat pencegahan,” tegasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa seluruh unsur akan terus bekerja keras dengan mengerahkan kemampuan yang tersedia. Ia berharap hujan alami yang diperkirakan berpeluang turun pada Oktober–November 2026 dapat membantu memperbaiki kondisi kebakaran, di samping operasi modifikasi cuaca yang terus dilakukan.

“Dengan datang hujan alami, diharapkan kondisi akan lebih baik,” kata Suharyanto.

Dalam rapat tersebut, Agustiar didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Aula Seba Guna Istana Isen Mulang, Palangka Raya.

Pemprov Kalteng menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dan dukungan operasional bersama seluruh unsur terkait. Langkah ini diharapkan membantu mempercepat pemadaman karhutla di Tanjung Puting sekaligus melindungi kelestarian hutan dan habitat orangutan dari ancaman kebakaran. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard