Lewati ke konten utama
Provinsi

Listrik Padam Berjam-jam, Udang Peliharaan Warga Sampit Mati

Redaksi 14-10-2026, 08:59 WIB 2 menit baca
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SB, SAMPIT - Pemadaman listrik yang berulang di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai menimbulkan kerugian bagi warga. Salah satunya dialami Septadi, warga Jalan Kembali, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang mendapati puluhan udang peliharaannya mati setelah listrik padam selama lebih dari tiga jam.

Septadi mengatakan, pemadaman terjadi pada Senin (12/10) malam, sekitar pukul 18.00 WIB hingga lewat pukul 21.00 WIB. Setelah aliran listrik kembali normal, ia menemukan banyak udang yang dipeliharanya mati.

“Yang besar lebih dari 20 ekor, sedangkan anak udang yang kecil-kecil banyak sekali mati,” ungkap Septadi.

Ia menjelaskan, udang-udang tersebut dipelihara dalam wadah berukuran sekitar satu meter. Septadi menduga kematian udang itu berkaitan dengan pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama pada malam tersebut. Namun, penyebab pasti kematian udang tersebut belum dapat dipastikan.

Menurutnya, pemadaman listrik yang kerap terjadi membuat warga resah. Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko menimbulkan kerugian bagi warga yang memiliki usaha atau kegiatan pemeliharaan yang bergantung pada pasokan listrik.

“Sering sekali mati listrik di sini, banyak warga sudah mengeluh,” tambahnya.

Sementara itu, PLN ULP Sampit pada Selasa (13/10/2026) mengumumkan adanya gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap sebagian pelanggan di wilayah kerjanya. Gangguan tersebut menyebabkan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah kawasan di Kotim.

Dalam pengumuman tertanggal 13 Oktober 2026, PLN mencantumkan estimasi waktu pemadaman pada rentang pukul 12.00 hingga 23.00 WIB. Durasi pemadaman berbeda-beda, menyesuaikan lokasi yang terdampak.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam daftar pemadaman meliputi sebagian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan Parenggean, termasuk sejumlah desa serta kawasan perusahaan.

Di wilayah Sampit dan sekitarnya, lokasi terdampak antara lain Jalan Kembali, Jalan HM Arsyad, Jalan M. Hatta, Jalan Metro TV, Bapeang, Pelangsian, Bagendang, serta sejumlah desa lainnya.

PLN ULP Sampit menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan.

Berulangnya pemadaman listrik menjadi perhatian warga karena berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi dan menimbulkan kerugian, terutama bagi usaha yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.

Warga berharap PLN segera mengatasi gangguan yang terjadi agar pasokan listrik kembali stabil dan kejadian serupa tidak terus berulang. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dan usaha warga dapat berjalan tanpa dihantui risiko kerugian akibat pemadaman listrik. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard