Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Kabut Asap Mengancam Kesehatan Warga Kalteng, Aisyah Agustiar Ajak Muslimah Tingkatkan Kepedulian

Redaksi 14-10-2026, 07:41 WIB 2 menit baca
Ketua TP-PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengikuti pengajian rutin muslimah. (FOTO: ISTIMEWA)
Ketua TP-PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengikuti pengajian rutin muslimah. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap sesama dinilai penting agar warga tidak menghadapi dampak kabut asap sendirian.

Ketua TP-PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengajak kaum muslimah meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Rutin Muslimah yang diikuti gabungan TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan ASN Muslimah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng, di Istana Isen Mulang, Selasa (13/10/2026).

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak seluruh muslimah untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama menghadapi kondisi kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan, aktivitas masyarakat, serta kualitas udara yang kita hirup bersama,” ujar Aisyah.

Menurut Aisyah, ancaman karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, kepedulian tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perhatian, tetapi juga perlu diwujudkan dengan membantu sesama dan meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Selain menjadi ruang mempererat silaturahmi, pengajian tersebut juga diisi tausiyah oleh Habib Ahmad Al Habsy. Dalam ceramahnya, ia mengajak para jamaah memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menghadapi berbagai ujian.

“Marilah kita memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Di tengah ancaman kabut asap, Habib Ahmad Al Habsy juga mengajak seluruh jamaah berdoa agar hujan segera turun di Kalteng. Doa bersama dipanjatkan dengan harapan kondisi udara membaik, ancaman karhutla dapat segera teratasi, dan masyarakat terhindar dari dampak yang lebih luas.

Para jamaah turut memohon agar masyarakat Kalteng senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, perlindungan, dan keberkahan dalam menghadapi situasi tersebut. Harapan turunnya hujan menjadi bagian dari ikhtiar spiritual di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.

Namun, harapan agar kabut asap segera berakhir juga perlu disertai tindakan nyata. Pencegahan pembakaran lahan, pengawasan wilayah rawan, serta pelaporan cepat ketika muncul titik api tetap menjadi langkah penting untuk menekan risiko karhutla.

Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan diharapkan tidak berhenti di ruang pengajian, tetapi menjadi gerakan bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga Kalteng dari ancaman kebakaran. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard