Lewati ke konten utama
Provinsi

Menhut Raja Juli Batal Turun Pantau Karhutla di Kotim, Dua Lokasi Disiapkan Pemkab Tak Dikunjungi

Redaksi 14-10-2026, 09:58 WIB 2 menit baca
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mau berangkat ke Pangkalan Bun dari Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mau berangkat ke Pangkalan Bun dari Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Harapan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menunjukkan langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni belum terwujud. Agenda peninjauan ke titik kebakaran yang telah disiapkan pemerintah daerah batal dilakukan pada Rabu (14/10/2026).

Setelah menginap di Hotel Aquarius Sampit, Raja Juli Antoni bersama rombongan justru bertolak menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Keberangkatan tersebut berlangsung tanpa agenda kunjungan ke lokasi karhutla di Kotim, padahal pemerintah daerah sebelumnya telah mempersiapkan sejumlah titik untuk ditinjau.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak terlihat jajaran Pemerintah Kabupaten Kotim mendampingi maupun melepas keberangkatan menteri pada Rabu pagi. Sejumlah pejabat militer, di antaranya Danrem 102/Panju Panjung dan Dandim 1015/Sampit, tampak bersama rombongan kementerian. Pengamanan juga melibatkan personel TNI dan Satlantas Polres Kotim.

Padahal, persiapan kunjungan tersebut telah dilakukan Pemkab Kotim. Wakil Bupati Kotim bahkan memimpin langsung rapat persiapan dengan menyiapkan dua lokasi utama yang direncanakan menjadi sasaran peninjauan, yakni kawasan Camba 1 dan Kecamatan Seranau.

Kedua wilayah itu dipilih karena memiliki kawasan lahan gambut yang luas dan rawan terbakar. Peninjauan langsung diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kebakaran, tingkat kerawanan lahan, serta kendala yang dihadapi petugas dalam upaya pemadaman.

Pemkab Kotim sebelumnya juga telah mengajukan permohonan penambahan durasi kunjungan. Waktu sekitar 1,5 jam dinilai belum memadai untuk membawa menteri melihat langsung kondisi lapangan, termasuk titik kebakaran dan upaya penanganan yang telah dilakukan.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menyampaikan berbagai persoalan karhutla secara langsung kepada pemerintah pusat. Selain dukungan untuk penanganan darurat, Pemkab Kotim juga mengharapkan adanya solusi jangka panjang agar kebakaran di kawasan gambut tidak terus berulang setiap tahun.

Saat meninggalkan hotel, Raja Juli Antoni sempat mendapat pertanyaan mengenai alasan dirinya tidak langsung menuju lokasi karhutla di Kotim.

“Pak, kenapa tidak langsung tinjau titik lokasi karhutla?” tanya seseorang dalam video yang beredar.

Menteri Kehutanan kemudian menjawab singkat, “Kami ke Pangkalan Bun dulu, nanti baru ke Sampit.”

Pernyataan itu membuka kemungkinan adanya agenda lanjutan di Sampit. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai waktu maupun rencana kunjungan kembali ke Kotim untuk meninjau lokasi kebakaran.

Batalnya peninjauan pada Rabu pagi membuat rencana Pemkab Kotim untuk menyampaikan kondisi riil karhutla, keterbatasan penanganan, serta kebutuhan dukungan dari pemerintah pusat secara langsung belum terlaksana. Padahal, kunjungan lapangan diharapkan menjadi kesempatan untuk memperlihatkan persoalan yang dihadapi daerah, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Kehutanan maupun Pemkab Kotim mengenai alasan perubahan agenda tersebut, termasuk apakah peninjauan ke Camba 1 dan Seranau akan dijadwalkan ulang. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard