Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Jalan Rusak, Sampah Liar hingga HIV/AIDS Jadi Sorotan, Kurniawan Desak Pemkab Kotim Bertindak

Redaksi 16-10-2026, 11:36 WIB 3 menit baca
Anggota DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar
Anggota DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar

SB, SAMPIT – Persoalan jalan rusak, tumpukan sampah liar, keterbatasan armada pengelolaan sampah, hingga penyebaran HIV/AIDS menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Empat persoalan tersebut mencuat dalam hasil reses Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, M. Kurniawan Anwar, khususnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kurniawan menegaskan, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam laporan reses. Aspirasi tersebut harus menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan dan mengambil langkah penanganan yang tepat.

Persoalan itu dihimpun melalui pertemuan tatap muka, peninjauan lapangan, serta dialog bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, damang, mantir, dan warga. Dari rangkaian kegiatan tersebut, ia menemukan sejumlah kebutuhan mendesak yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan masyarakat.

Salah satu keluhan yang mengemuka adalah kondisi jalan yang rusak dan berlubang, baik di kawasan permukiman maupun pada sejumlah ruas penghubung utama di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kerusakan tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera diperbaiki.

“Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” kata Kurniawan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar mobilitas warga tetap lancar dan aktivitas ekonomi tidak terganggu. Selain infrastruktur, persoalan sampah juga menjadi sorotan serius. Tumpukan sampah yang dibuang sembarangan masih ditemukan di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Suprapto 20.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Kurniawan menilai penambahan satu unit kendaraan berat jenis loader di depo sampah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan sampah.

“Perlunya penambahan satu unit kendaraan berat atau loader di depo sampah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang guna mengoptimalkan proses pengangkutan, pengerukan, dan penataan sampah,” demikian salah satu poin dalam laporan hasil resesnya.

Dengan tambahan armada tersebut, proses penataan dan pemindahan sampah diharapkan lebih optimal sehingga tumpukan sampah tidak meluber ke badan jalan maupun memicu munculnya lokasi pembuangan liar baru.

Di sisi lain, Kurniawan menilai partisipasi masyarakat tetap penting. Fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan perilaku tertib dalam membuang sampah agar kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Persoalan kesehatan turut menjadi perhatian dalam laporan reses tersebut. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kotim yang dicantumkan dalam laporan itu, sepanjang 2025 tercatat 76 kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Kotim. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang disebut memiliki porsi terbesar dalam angka kasus tersebut.

Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius melalui penguatan upaya pencegahan, edukasi masyarakat, serta penanganan kesehatan yang tepat.

Penanggulangan HIV/AIDS juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, dapat mengakses layanan kesehatan, serta tidak menghadapi stigma dan diskriminasi.

Kurniawan berharap persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah melalui program yang terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Kurniawan menegaskan, berbagai aspirasi yang dihimpun selama reses perlu menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Kotim beserta seluruh jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang memiliki posisi strategis karena menjadi pusat pemerintahan dan administrasi daerah, gerbang ekonomi dan perdagangan regional, simpul transportasi dan logistik, serta pusat layanan kesehatan dan pendidikan rujukan.

Posisi tersebut, kata dia, membuat pembenahan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah itu menjadi semakin penting.

“Dari beberapa hal tersebut, sangat wajar jika Kecamatan Mentawa Baru Ketapang bisa lebih diperhatikan. Selain menjadi wajah depan, kecamatan ini sekaligus menjadi tolok ukur kemakmuran di Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Ia berharap seluruh usulan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah. Baginya, hasil reses bukan sekadar rangkuman keluhan warga, melainkan masukan penting agar kebijakan pembangunan benar-benar menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.

Perbaikan jalan, penanganan sampah, penguatan fasilitas kebersihan, dan pencegahan HIV/AIDS pun diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard