Baru Setahun, Siswa Sekolah Rakyat Kotim Sudah Fasih Tiga Bahasa
SB, SAMPIT – Perkembangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur (Kotim) membuat Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah, terharu. Baru satu tahun mengikuti pendidikan, anak-anak yang sebelumnya putus sekolah itu sudah mampu menyampaikan materi dalam bahasa Indonesia, Inggris, hingga Arab.
Kemampuan tersebut disaksikan langsung Juliansyah saat menghadiri open house peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kotim, Sabtu (17/10/2026).
“Saya terharu sekaligus terkejut melihat perkembangan mereka. Anak-anak yang sebelumnya putus sekolah kini mampu menunjukkan kemampuan luar biasa, termasuk berbicara dalam beberapa bahasa,” kata Juliansyah.
Ia bahkan mengaku kagum dengan kemampuan siswa berbahasa Arab. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan belajar tetap memiliki potensi besar jika mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang tepat.
“Saya saja pernah belajar di madrasah, tetapi belum bisa berbahasa Arab selancar itu. Mereka baru satu tahun dididik di sini sudah menunjukkan kemampuan seperti ini,” ungkapnya.
Juliansyah menegaskan, DPRD Kotim mendukung keberadaan Sekolah Rakyat sebagai jalan bagi anak-anak yang putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan dan meraih masa depan lebih baik. Ia berharap kapasitas sekolah terus ditingkatkan agar semakin banyak anak mendapatkan kesempatan belajar.
Selain penambahan daya tampung, ia menilai kebutuhan tenaga pendidik juga perlu menjadi perhatian. Ketersediaan guru yang memadai dinilai penting agar proses pembelajaran berjalan optimal seiring perkembangan jumlah siswa.
“Kami dari DPRD mendukung program ini. Harapannya, anak-anak yang putus sekolah bisa ditampung dan mendapatkan pendidikan yang layak. Kekurangan tenaga pendidik juga perlu diperhatikan,” tegasnya.
Juliansyah yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Kotim menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait di tingkat pusat untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas pencanangan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat membuka peluang bagi anak-anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan untuk kembali belajar dan membangun masa depan.
“Semoga Sekolah Rakyat di Kotim terus berkembang dan mendapat dukungan pemerintah daerah sehingga semakin banyak anak bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (f1/sb)