Lamandau Siapkan Strategi Dongkrak Prestasi Olahraga, Porprov XIII Kalteng Jadi Tantangan
SB, NANGA BULIK – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2026 menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam mendorong kemajuan olahraga daerah. Penguatan pembinaan atlet dan pembentukan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang solid dinilai penting untuk meningkatkan daya saing atlet Lamandau di tingkat provinsi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Lamandau Tahun 2026 yang digelar di Aula BPKPD, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lamandau, Medika Hermawan, yang mewakili Bupati Lamandau. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Harian KONI Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran pengurus KONI Kabupaten Lamandau, serta para ketua umum pengurus cabang olahraga.
Musorkab menjadi forum penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam membangun olahraga Lamandau. Tidak hanya berkaitan dengan kepengurusan, forum ini juga diharapkan menghasilkan program kerja yang mampu memperkuat pembinaan atlet secara terencana dan berkelanjutan.
Dalam sambutan Bupati Lamandau yang dibacakan Medika Hermawan, ditegaskan bahwa kepengurusan KONI ke depan harus memiliki kemampuan manajerial, profesionalisme, serta komitmen kuat dalam meningkatkan prestasi olahraga.
“Melalui Musorkab ini, kita berharap dapat membentuk kepengurusan KONI yang tepat, solid, profesional, dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan olahraga,” ujarnya.
Salah satu fokus utama yang ditekankan dalam Musorkab tersebut adalah kesiapan atlet menghadapi Porprov XIII Kalimantan Tengah Tahun 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi ini menjadi tantangan bagi Lamandau untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
Pemerintah daerah menilai persiapan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan program latihan yang terarah, peningkatan disiplin, serta kesiapan mental agar atlet mampu menghadapi persaingan dengan daerah lain.
Karena itu, KONI bersama pengurus cabang olahraga diharapkan dapat menyusun strategi pembinaan yang terukur, termasuk mempersiapkan atlet sesuai potensi dan kemampuan masing-masing cabang olahraga.
Pembinaan yang konsisten juga menjadi faktor penting agar atlet tidak hanya siap bertanding, tetapi mampu menjaga performa dan memberikan hasil terbaik ketika menghadapi kompetisi.
Selain pembinaan atlet, dukungan berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat. Pemerintah Kabupaten Lamandau menyatakan komitmennya mendukung kemajuan olahraga sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut perlu berjalan beriringan dengan sinergi antara KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan, membantu memenuhi kebutuhan atlet, serta menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya prestasi.
Melalui Musorkab KONI 2026, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap terbentuk kepengurusan yang mampu menjalankan organisasi secara profesional dan menghasilkan program kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi.
Dengan perencanaan yang matang, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan lintas sektor, Lamandau diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional sekaligus mengharumkan nama daerah. (sb/*)