Irawati Kembali Pimpin GPW Kotim, Pemberdayaan Perempuan Jadi Fokus
SB, SAMPIT - Gabungan Perhimpunan Wanita (GPW) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) didorong untuk terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Organisasi perempuan juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati, sekaligus Ketua GPW Kotim, pada Musyawarah Daerah (Musda) II GPW Kotim di Sampit, Senin (2/11/2026).
Irawati menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan.
“Keberadaan GPW diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Musda II GPW Kotim mengusung tema “Perempuan Bersatu, Perempuan Berdaya, Perempuan Berdampak”. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kapasitas, dan mendorong kontribusi perempuan di berbagai bidang.
Menurutnya, persatuan menjadi kekuatan penting bagi perempuan dalam membangun kolaborasi dan kebersamaan. Perbedaan latar belakang, profesi, maupun organisasi hendaknya menjadi kekayaan yang memperkuat langkah bersama, bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama.
Sementara itu, perempuan berdaya berarti memiliki kesempatan, pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta kepercayaan diri untuk menentukan pilihan dan mengambil peran dalam berbagai aspek kehidupan.
Upaya pemberdayaan tersebut perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kapasitas kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan, peningkatan kemandirian ekonomi, serta perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, melainkan juga pelaku utama yang memiliki potensi besar untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengawal pembangunan itu sendiri,” tegasnya.
Ketua Panitia Musda II GPW Kotim, Siti Hadijah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 30 organisasi wanita yang tergabung dalam GPW Kotim. Setiap organisasi mengirimkan dua peserta yang telah memperoleh mandat untuk mengikuti musyawarah.
Ia menjelaskan, Musda II GPW Kotim memiliki sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi kepengurusan sebelumnya, penyusunan dan penetapan program kerja, hingga pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) untuk masa bakti 2026–2031.
Selain itu, musda menjadi forum untuk menetapkan kepengurusan dan formatur GPW Kotim periode 2026–2031.
Dalam musyawarah tersebut, Irawati kembali terpilih sebagai Ketua GPW Kotim untuk periode 2026–2031. Terpilihnya kembali Irawati diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program organisasi serta meningkatkan peran GPW dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan mendukung pembangunan daerah.(f1/sb)