Umi Mastikah: 2024 Stunting dan Kemiskinan di Palangka Raya Diharapakan Turun
SB, PALANGKA RAYA – Ada beberapa Penyebab resiko stunting di Kota Palangka Raya yang saat ini sedang gencar-gencarnya di lakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya di antaranya kemiskinan, kurangnya sarana air bersih dan sanitasi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan yang jauh jaraknya dari permukiman warga. Kemudian perilaku hidup, pola asuh yang kurang optimal, dan akses terhadap makanan bergizi.
Dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya pada 2022, ada beberapa kendala yang dialami di antaranya koordinasi lintas sektoral antar tim percepatan penurunan stunting belum maksimal, belum ada realisasi aksi bersama dari TPPS Kota Palangka Raya, belum lengkapnya alat antropometri (alat timbang ukur standart) yang tersedia di posyandu.
Saat dibincangi awak media Rabu, Usai mengikuti LKJP di DPRD Kota Palangka Raya Jumat, (24/03/2023) Wakil Walikota sekaligus sebagai Ketua Pencegahan Penurunan Stunting Kota Palangka Raya Umi Mastikah mengatakan, dalam upaya menurunkan angka stunting di kota palangka raya perlu beberapa langkah nyata, karena target penurunan stunting di kota palangka raya di 2024 diharapkan dapat turun secara signifikan.
“Kami saat ini sedang berproses dan Kami juga menjalin kerjasama dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama para relawan dalam mencapai titik penjuru kota palangka raya, untuk memberikan pemahaman kepada warga di pelosok desa tentang Stunting,”ungkapnya
Dengan adanya kolaborasi ini sambung Umi, yang menjadi target kota palangka raya dalam penurunan stunting dapat segera terwujud seiring dengan menurunnya angka kemiskinan.
“Karena kemiskinan adalah implikasi dari pencapaian kesejahteraan, jadi untuk mencapai kota yang maju rukun dan sejahtera tentu harus diimbangi dengan capaian-capaian selaiin ekonomi juga penurunan terhadap masalah-masalah social dimasyarakat,” jelasnya.
Umi menambakan Untuk Mencapai Kota yang maju rukun dan sejahtera, harus diimbangi dengan capaian-capaian selain peningkatan dalam hal ekonomi, juga penurunan terhadap masalah social yang ada di masyarakat. (mda/ok)