Musim Kemarau Warga Diminta Peduli Cegah Karhutla
SB, PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) terutama Kota Palangka Raya sedang dilanda gelombang panas atau Heat Wave, hal ini berdasarkan prediksi dari BMKG Kalteng, bahwa Musim kemarau di Kalteng diprediksi akan terjadi pada Juni sampai dengan Juli 2023 mendatang, adapun puncak musim kemarau diprediksi mulai bulan Juli sampai dengan September 2023.
Melihat kondisi itu kalangan anggota DPRD Palangka Raya meminta masyarakat untuk turut peduli dalam pencegahan sejak dini agar tidak terjadi karhutla yang menimbulkan dampak bencana kabut asap dan dampak pada kesehatan.
“Intinya, peran serta masyarakat untuk saling peduli dalam pencegahan dini terjadinya karhutla sangat diperlukan, dimulai dari lingkungan sekitar,” ungkap Ruselita, Kamis (4/5/2023).
Lebih lanjut legislator Partai Perindo ini mengatakan, dalam mengantisipasi karhutla tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, melainkan peranan masyarakat juga sangat penting. Terlebih wilayah masyrakat yang sejauh ini rawan terjadinya karhutla.
Beberpa waktu lalu, Pemerintah Kota Palangka Raya sudah melakukan persiapan dengan melaksanakan apel gabungan, guna melihat kesiapan dalam pencegahan sejak dini.
“Pemerintah melalui instansi terkait memang sudah melakukan siaga sejak dini. Namun lagi-lagi tanpa bantuan masyarakat pasti tidak maksimal. Apalqgi terjadinya karhutla kerap tidak bisa ditebak,” tukas Ruselita.
Menurut srilandi DPRD Palangka Raya ini, antisipasi terjadinya karhutla tidak bisa disepelekan, karena dampak dari karhutla akan sangat merugikan contohnya saja akan membawa dampak pada kesehatan dan juga sektor lainnya juga ikut terganggu. (mda/ok)