Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kotim Rutin Melakukan Fongging

Redaksi 19-05-2023, 04:22 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi saat diwawancara wartawan, belum lama ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi saat diwawancara wartawan, belum lama ini.

SB, SAMPIT – Kasus Deman Berdarah (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belakangan terjadi peningkatan, hal tersebut dikarenakan pengaruhi perubahan cuaca.

Sehingga masyarakat pun diminta lebih waspada atas penyebaran penyakit DBD tersebut.

"Kelihatannya memang ada peningkatan sehingga setiap ada laporan kasus DBD yang penderitanya masuk rumah sakit maka kami langsung melakukan fogging (pengasapan) untuk mencegah penyebaran-penyebaran atau meluasnya penularan DBD tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi pada Jumat (19/5/2023).

Atas temuan kasus itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan bergerak cepat menanggapi setiap ada laporan terkait DBD. Pengasapan dilakukan untuk mencegah meluasnya penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. 

Sejak awal Januari hingga 15 Mei, tercatat 49 kasus DBD yang tersebar di tujuh kecamatan.

Rinciannya, DBD di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan satu kasus, Mentawa Baru Ketapang 14 kasus, Seranau satu kasus, Baamang 30 kasus, Cempaga satu kasus, Cempaga Hulu satu kasus dan Parenggean satu kasus. 

"Laporan terbaru, sebarannya sudah ada di sembilan kecamatan. Ini terus kami evaluasi. Upaya dilakukan melibatkan seluruh tenaga kesehatan diseluruh puskesmas yang ada di Kotim,” jelas Umar.

Saat ini pun upaya terus dilakukan dengan mengedepankan sistem promosi kesehatan dengan mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Penularan DBD juga berkaitan dengan kondisi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Penyuluhan dilakukan untuk mengajak masyarakat memberantas sarang nyamuk dengan rutin membersihkan lingkungan sehingga nyamuk tidak sampai berkembang biak. Jika lingkungan bersih maka risiko munculnya penyakit semakin kecil. 

"Juga jaga imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga minimal 20 menit setiap hari dan makan makanan bergizi seperti buah- buahan dan sayur sehingga daya tahan tubuh kita akan meningkat untuk menghadapi ancaman penyakit,” ajaknya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard