Dewan Minta Waspada Terhadap Ancaman Karhutla, Peran Semua Pihak Diperlukan
SB, PALANGKA RAYA – Musim kemarau tahun ini harus diwaspadai pada musim kemarau tentunya membawa berbagai dampak, seperti debu beterbangan, udara yang panas sehingga dapat meyebabkan kondisi seseorang menurun.
Anggota DPRD Palangka Raya, Rusdiansyah mengingatkan masyarakat kota setempat, untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas menggunakan api. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kondisi cuaca saat ini semakin terasa panas.
“Suhu panas tahun ini akan terasa panas, apalagi berdasarkan informasi dari BMKG setempat menyebut bahwa suhu panas akibat dampak dari el nino dan ini yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” katanya, Jumat (26/05/2023).
Terlebih lagi lanjut Rusdiansyah, dalam bulan ini saja, Tim dari BPBD Palangka Raya telah banyak menerima laporan terkait Karhutla di kawasan lahan yang rawan terkena kebakaran.
“Menurut data dari BPBD Palangka Raya, pihaknya sudah menerima sebanyak Sembilan laporan dari warga adanya karhutla, tentunya ini patut menjadi perhatian semua pihak,” tuturnya.
Dalam laporannya itu lanjutnya, pihak BPBD dengan cepat dan tanggap menangani karhutla, sehingga tidak sampai meluas yang akan mengakibatka kerugian besar bagi warga sekitar.
Dia juga mengingatkan kepada warg yang kebiasaannya merokok, maka jangan sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala. Karena jika puntung rokok yang dibuang mengenai semak belukar, maka berbahaya dan dapat mengakibatkan karhutla.
“Masyarakat, juga harus berperan aktif apabila menemukan titik api di wilayahnya masing-masing. Segera melaporkan ke pihak yang berwenang. Seperti menginformasikan ke pihak Bhabinkamtibmas, relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan lainnya,” ungkapnya.
Legislator dari PKB ini juga mendorong agar Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), harus terus mensosialisasikan antisipasi terjadinya karhutla. Apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau.
“Optimalkan sosialisasi dan edukasi perlu dilakukan. Termasuk gencar menginformasikan dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan karhutla. Baik melalui media massa, spanduk maupun imbauan bentuk lainnya,” ujarnya menambahkan.
Rusdiansyah mengungkapkan, karhutla tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi juga perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk berkolaborasi mencegah karhutla, karena bila terjadi karhutla maka akan mempunyai dampak disemua sektor. (mda/ok)