Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Harga Cabai di Sampit Naik Dua Kali Lipat, Warga Mulai Mengeluh

Redaksi 21-02-2024, 06:54 WIB 1 menit baca
Salah satu pembeli saat melihat cabai di salah satu pasar di Kota Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
Salah satu pembeli saat melihat cabai di salah satu pasar di Kota Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Musim penghujan, harga cabai di pasaran mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi berkah bagi petani karena meraup untung berlipat tapi tidak untuk pedagang di Kota Sampit.

Harga cabai rawit di Sampit merangkak naik hingga dua kali lipat. Terpantau di Pasar Al Kamal Sampit harga cabai tembus Rp 90 ribu/kilogram dari harga sebelumnya Rp 40 ribu-50 ribu/kilogram.

"Harga cabai rawit naik bertahap setiap hari sejak 2-3 hari lalu. Biasanya sehari jual 3 kilogram sekarang sehari cuman 1 kilogram," kata salah satu pedagang Pasar Al Kamal Eny pada Rabu (21/2/2024).

Ia mengakui harus memutar otak dan memutuskan untuk mengurangi persediaan cabai. Pasalnya harga cabai rawit eceran saat ini Rp 10 ribu/ons atau naik dari 2-3 hari sebelumnya yang hanya Rp 4 ribu/ons.

Diketahui, kenaikan harga tersebut rupanya telah dirasakan para pedagang sejak lima hari yang lalu. Dimana kenaikan harga-harga bahan pokok melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat harga semula.

Eny yang biasanya mendapat pasokan cabai dari Pulau Jawa, Banjarmasin dan cabai lokal pun saat ini hanya mendapat pasokan dari Banjarmasin.

"Pasokan dari Jawa dan lokal sedang kosong. Jadi memang pasokan juga terbatas," ucapnyaa.

Lanjutnya, pedagang dari Samarinda pun saat ini juga mengambil pasokan cabai dari Banjarmasin. Pedagang Samarinda menjual cabai lebih tinggi Rp 100 ribu/kilogram, sehingga pedagang Sampit menyesuaikan tingginya harga tersebut.

"Banyak pembeli yang mengeluh. Dari setelah pemilu kemarin sudah mulai naik harga pokok lainnya sekarang cabeh. Jadi kita harus pintar pintar stok barang karena takut rugi," tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard