Normalisasi Sungai Baamang Capai 90 Persen
SB, SAMPIT - Normalisasi Sungai Baamang dalam rangka penanganan banjir di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mencapai 90 persen.
"Selama Ramadhan ini pengerukan Sungai Mentaya masih terus berlanjut, saat ini tersisa sekitar 500 meter lagi," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat (5/4/2024).
Ia menjelaskan, normaliasi ini dimulai November 2023 lalu. Sejauh ini sudah 6.340 meter dari panjang Sungai Baamang dikeruk dan tersisa 514 meter lagi hingga mencapai muara sungai.
"Sudah 6.340 sepanjang sungai Baamang. Kita targetkan selesai pada akhir April 2024 ini," ucapnya.
Normalisasi sungai maupun saluran air merupakan kegiatan yang bersifat komprehensif. Artinya, dalam penanganannya tidak bisa hanya per satu titik, melainkan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Ia juga mengatakan, masih ada wilayah di Kota Sampit yang terendam banjir genangan ketika hujan, meskipun sebagian alur sungai telah dinormalisasi karena pada pengerjaan memang belum selesai.
Lanjutnya, normalisasi Baamang ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari tahapan normalisasi saluran air, baik itu sungai maupun drainase, di Kota Sampit. Masih banyak titik atau lokasi yang perlu ditangam secara bertahap.
"Saat ini kami menangani ring drain atau saluran utamanya dulu, yaitu Sungai Baamang, setelah ini dilanjutkan dengan drainase- drainase dalam kota," tutupnya. (f1/sb)