Lewati ke konten utama
Provinsi

Ini Penyebab Hujan di Kalteng Meski Telah Masuki Musim Kemarau

Redaksi 13-08-2025, 10:06 WIB 1 menit baca
BMKG
BMKG

SB, PALANGKA RAYA - Masyarakat Kalimantan Tengah diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan, meski wilayah ini sudah memasuki musim kemarau, hujan masih turun merata di banyak daerah dengan intensitas yang cukup tinggi.

Prakirawan BMKG, Renianata menjelaskan, fenomena ini terjadi karena adanya daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Kalteng.

Kondisi tersebut mendorong pembentukan awan hujan, ditambah kelembaban udara yang tinggi dan labilitas lokal yang kuat.

“Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Bedanya, intensitasnya biasanya lebih rendah dibandingkan musim hujan. Namun selama sepekan terakhir, potensi hujan sedang hingga lebat masih ada di sebagian besar wilayah,” katanya, Selasa (12/8/2025).

BMKG juga memprediksi potensi hujan lokal berdurasi singkat yang bisa disertai petir, kilat, hingga angin puting beliung.

“Sementara itu, kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) hingga akhir 2025 berada dalam fase netral, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap cuaca Kalteng,” tegasnya.

Saat ini, musim kemarau baru mulai di sebagian wilayah, terutama Kalteng bagian timur dan tenggara. Puncak musim kemarau diperkirakan jatuh pada Agustus 2025.

Mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi setelah 8 Agustus dan sepekan berikutnya. Mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang.

Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang curah hujannya mulai berkurang, serta tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun.

“Perubahan cuaca bisa datang tiba-tiba. Selalu pantau informasi resmi dari BMKG atau aplikasi Info BMKG agar langkah antisipasi bisa segera dilakukan,” pungkasnya. (rk/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard