Demi Anak Didik, Seorang Guru di Kotim Seberangi Sungai Ditengah Hujan
SB, SAMPIT - Video seorang guru di SDN 6 Mentaya Seberang, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak viral di media sosial.
Video sejumlah guru yang menaiki perahu di tengah hujan lebat dengan hanya berbekal payung kecil menarik perhatian masyarakat.
Rabiyatul Dwi Andita, guru yang merekam momen tersebut mengatakan, ruinitas itu memang sudah biasa dikerjakan setiap hari.
Mulai Senin sampai Sabtu, ia dan rekan-rekannya harus menempuh jalur darat dan menyeberang sungai untuk sampai ke sekolah.
Ia mengatakan, total ada 9 guru di sekolah tersebut yaitu 1 PNS, 4 PPPK dan 4 lagi honorer sekolah.
"Kami yang honorer sekolah berasal Kota Sampit. Jalan darat ke Pelabuhan Polairud 30 menit, nyebrang 20 menit. Jika tidak bisa hadir, maka akivitas belajar mengajar bisa terganggu," kata Dita.
Dita yang sudah dua tahun menjadi guru honorer sekolah itu mengaku harus mengeluarkan uang senilai Rp150 ribu perbulan untuk menaiki perahu ke sekolah. Sementara itu, gajih yang ia terima hanya dari guru honorer sekolah hanya berkisar Rp 500 ribu.
Ia yang masih menyandang status mahasiswa itu mengaku mau mengajar di sekolah tersebut lantaran sekolah itu kekurangan guru. Dahulu hanya ada tiga guru yang mengajar di sekolah tersebut.
“Dulu saya melamar di situ karena sekolahnya kekurangan guru. Gajihnya ya kurang lebih Rp500 ribuan,” bebernya.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mereka. Pasalnya, terdapat empat orang guru di sekolah tersebut yang masih berstatus kontrak sekolah.
“Harapannya lebih diperhatikan saja sih. Karena guru-gurunya nyeberangnya pakai dana pribadi,” pungksnya. (f1/sb)