Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Dampak Efisiensi Anggaran, Jalan Cempaka Mulia-Pulau Hanaut Mandek

Redaksi 22-08-2025, 05:43 WIB 1 menit baca
Ketua II DPRD Kotim, Rudianur
Ketua II DPRD Kotim, Rudianur

SB, SAMPIT - Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur mendesak pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pembangunan jalan penghubung Cempaka Mulia-Pulau Hanaut yang hingga kini belum terealisasi akibat efisiensi anggaran.

Menurut Rudianur, jalan tersebut merupakan akses vital bagi 14 desa di Kecamatan Pulau Hanaut yang saat ini masih terisolasi. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada pasokan listrik PLN di wilayah tersebut.

“Pada 2024, proyek ini sudah dianggarkan sekitar Rp 200 miliar untuk menghubungkan Cempaka Mulia hingga Mendawai, Kabupaten Katingan. Namun pada 2025 terjadi efisiensi anggaran, sehingga dana itu dialihkan untuk pengaspalan jalan Cempaka Mulia-Terantang,” kata Rudianur Jumat (22/8/2025).

Rudianur menegaskan, pihaknya meminta pemerintah provinsi maupun pusat mengembalikan alokasi anggaran tersebut pada 2026 agar jalan menuju Pulau Hanaut dapat dibangun.

Ia menilai, keberadaan jalan itu akan membuka isolasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Minimal ada akses yang memadai ke Pulau Hanaut. Di sana ada potensi ekonomi yang besar, termasuk sektor pariwisata seperti Pantai di Desa Satiruk,” tambahnya.

Selain aspek ekonomi, Rudianur mengungkapkan pembangunan jalan juga penting untuk kelancaran perbaikan jaringan listrik PLN.

Selama ini, petugas PLN kesulitan melakukan perbaikan karena tidak ada akses jalan memadai ke lokasi tiang listrik.

“Lampu di sana sering redup bahkan bisa mati sampai dua hari karena kabel tertimpa pohon. Tanpa jalan yang layak, PLN kesulitan melakukan perbaikan,” jelasnya.

Ia menilai, keterlambatan pembangunan jalan ini menghambat pelayanan dasar bagi masyarakat. Padahal, infrastruktur jalan menjadi penopang utama pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Kotim.

Rudianur juga mengingatkan bahwa Pulau Hanaut memiliki potensi wisata bahari dan pertanian yang jika didukung infrastruktur memadai, dapat menjadi sumber pendapatan daerah.

"Jalan ini bukan hanya urusan mobilitas, tapi juga kunci pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard