Tim Rescue Kotim Evakuasi ODGJ Terikat Besi dan Kawat
SB, SAMPIT – Tim Rescue dari Damkar, Dinsos, dan Dinkes Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Nurdin (42) di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, Senin (15/9/2025).
Kepala Peleton Damkar Kotim, Febbry, menjelaskan saat dievakuasi, Nurdin ditemukan dengan leher terikat besi dan tubuh yang penuh lilitan kawat, rantai, cincin, karet, hingga kain.
“Benda-benda itu kemungkinan dipasang sendiri. Ikatannya tidak tersimpul, tetapi sudah mengering dan mengencang sehingga sulit dilepas secara manual. Kami terpaksa menggunakan cutterboard dan gunting medis,” ujarnya.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena benda-benda tersebut menempel sangat kuat di tubuh Nurdin. Setelah berhasil diamankan, Nurdin langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kotim, Mahmudin, menyampaikan bahwa setelah penanganan luka di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Nurdin akan dirujuk ke Poli Jiwa. Setelah 12 hari perawatan, ia akan dirujuk ke Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.
Karena BPJS Nurdin tidak aktif, pihak terkait akan mengaktifkannya kembali. Mahmudin menjelaskan bahwa Nurdin sudah memiliki BPJS yang terdaftar dalam kartu keluarga, namun saat ini statusnya tidak aktif.
Menurut warga setempat, Nurdin tinggal sendirian di rumah kosong dan sudah lama tidak diperhatikan. “Nurdin terakhir kali kami tangani tahun 2023 dengan luka di tangan akibat cincin. Ini adalah penanganan kedua kalinya,” kata Mahmudin.
Mahmudin juga mengungkapkan bahwa Nurdin dikenal tempramen, namun tidak merusak atau mengganggu warga. “Dia hanya sering keliling, minta rokok dan nasi ke warga, tapi tidak pernah ngamuk,” tutupnya. (f1/sb)