Pemkab Kotim Diminta Bangun Fasilitas Multifungsi
SB, SAMPIT - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, mendorong pembangunan fasilitas multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Fasilitas ini dinilai penting agar tidak semua kegiatan besar di Sampit terpusat di Stadion 29 November.
“Selama ini seluruh kegiatan terpusat di Stadion 29 November, baik konser maupun olahraga. Akibatnya muncul banyak persoalan, mulai dari infrastruktur yang cepat rusak hingga sampah yang menumpuk. Karena itu, saat pembahasan APBD lalu kami mengusulkan adanya pembuatan tempat multifungsi,” kata Angga, Senin (6/10/2025).
Ia menjelaskan, area multifungsi tersebut dapat dimanfaatkan untuk beragam kegiatan, mulai dari konser musik, pesta pernikahan, pasar UMKM, hingga event olahraga.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi solusi agar kegiatan masyarakat lebih tertata dan tidak hanya bergantung pada stadion.
Menurut Angga, usulan pembangunan area multifungsi ini berbeda dengan rencana pembangunan gedung pertemuan yang diinisiasi Bupati Kotim. Namun, dalam rancangan awal, keduanya memang berada di satu kawasan.
“Kalau gedung pertemuan itu rencananya menjadi aset daerah pengganti Gedung Serbaguna yang selama ini terlalu kecil. Sedangkan area multifungsi dibangun di bagian belakangnya. Konsepnya satu paket dan satu lokasi, hanya beda parkirnya. Tapi memang yang akan didahulukan adalah pembangunan gedung pertemuan,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui rencana tersebut masih perlu ditinjau ulang lantaran adanya pemotongan anggaran cukup signifikan dari pemerintah pusat.
Namun, kebutuhan fasilitas multifungsi tetap dinilai mendesak untuk kepentingan masyarakat dan organisasi di Kotim.
“Gedung pertemuan tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dan organisasi-organisasi di daerah ini. Namun area multifungsi juga sama pentingnya agar event besar bisa lebih tertata,” ujarnya.
Sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotim, Angga juga menekankan pentingnya fasilitas olahraga yang memadai, khususnya untuk kegiatan otomotif.
Selama ini, pihaknya harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa lokasi kegiatan.
“Kalau pemerintah daerah punya aset sendiri, maka anggaran kegiatan bisa dimasukkan dalam pos sewa fasilitas milik daerah. Apalagi antusias masyarakat, khususnya di IMI, sangat tinggi. Kami sangat berharap ada fasilitas olahraga yang layak,” pungkasnya. (f1/sb)