Menjelang Nataru, Pemkab Kotim Diminta Awasi Pengendalian Harga Bahan Pokok
SB, SAMPIT - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur, meminta pemerintah daerah bertindak cepat mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Ia menilai momentum lonjakan permintaan menjelang akhir tahun rawan dimanfaatkan oknum pedagang untuk menaikkan harga secara spekulatif.
"Biasanya menjelang akhir tahun kebutuhan masyarakat meningkat. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan pedagang untuk mengambil keuntungan berlebihan. Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap stabil," kata Rudianur, Sabtu (8/11/2025).
Politikus Partai Golkar ini menegaskan bahwa pengawasan tidak cukup dilakukan dari balik meja. Pemerintah diminta turun langsung ke lapangan untuk memantau transaksi serta mengecek barang yang dijual, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
"Saya minta Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan Satpol PP untuk menggelar sidak. Pastikan harga tidak dimainkan, dan pastikan juga barang yang beredar masih layak konsumsi," ujarnya.
Selain potensi kenaikan harga, Rudianur juga menyoroti risiko beredarnya barang kedaluwarsa yang kerap terjadi saat libur panjang. Menurutnya, banyak konsumen lebih fokus pada ketersediaan stok tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk.
"Ini yang harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat membeli barang yang sudah tidak layak hanya karena pedagang ingin menghabiskan stok lama. Itu sangat merugikan dan berbahaya bagi konsumen," ujarnya.
Ia menilai langkah pengawasan harga dan kualitas barang harus dilakukan secara preventif, sebelum harga melonjak atau barang kedaluwarsa terlanjur beredar di pasaran.
"Jangan menunggu ada gejolak. Kalau harga mulai bergerak, segera kontrol. Jika ada barang mencurigakan, tarik dari pasaran. Itu bentuk nyata kehadiran pemerintah," tegasnya.
Rudianur menambahkan bahwa stabilitas harga menjelang Nataru bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketenangan psikologis masyarakat.
"Ketika harga melambung, yang terdampak langsung adalah masyarakat kecil. Maka kita harus menjaga rasa aman mereka dalam memenuhi kebutuhan harian," tandasnya.
Ia juga yakin koordinasi antarinstansi, termasuk Satgas Pangan, Disperdagin, Satpol PP, distributor, dan pengelola pasar, dapat mencegah lonjakan harga berlebihan.
"Saya yakin bisa dikendalikan kalau semua bergerak. Pemerintah punya instrumen. Tinggal memastikan semuanya dijalankan dengan serius," pungkasnya. (f1/sb)