Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Hampir 20 Koperasi di Kotim Tunggu Kejelasan Status Lahan Sitaan Agrinas

Redaksi 04-12-2025, 02:22 WIB 1 menit baca
Muhammad Abadi
Muhammad Abadi

SB, SAMPIT – Hampir 20 koperasi di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunggu kejelasan Agrinas terkait status lahan sitaan Satgas PKH beberapa waktu lalu.

Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, Muhammad Abadi, mengatakan pihaknya telah menyurati Agrinas dan saat ini masih menunggu jawaban.

“Kita masih menunggu dan kita berharap agar itu tetap dikembalikan kepada koperasi selaku pemilik awal. Karena lahan itu bukanlah pembukaan hutan awal, namun merupakan hak milik,” ujar Abadi.

Dari sejumlah koperasi tersebut, ada yang hanya memiliki lahan seluas 2 hingga 5 hektare, namun sekitar 5 hingga 6 koperasi lainnya memiliki lahan cukup luas, mulai 50 hingga 900 hektare.

Sejauh ini, sebagian lahan masih dijaga oleh koperasi, namun sebagian lainnya diambil oleh masyarakat yang bukan anggota koperasi. Abadi menilai tindakan itu secara tidak langsung dapat dikategorikan sebagai penjarahan.

“Sekarang ini belum ada perawatan kebun secara menyeluruh karena baru sekitar satu bulan lebih lahan tersebut bermasalah. Perawatan seperti pemupukan diperkirakan baru dapat dilakukan tiga hingga empat bulan ke depan, sementara aktivitas yang berjalan hanyalah pengamanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas panen juga belum dilakukan secara resmi. “Kalaupun ada, itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum lain yang susah dikendalikan,” ungkap Abadi.

Selain itu, Abadi menguraikan persoalan lain yakni tumpang tindih kerja sama operasional (KSO) antara koperasi dan perusahaan. Beberapa lahan diketahui sudah masuk KSO Agrinas, sementara sebagian lainnya merupakan KSO perusahaan.

Kondisi ini membuat koperasi kesulitan memastikan mana areal yang masuk kewenangan Agrinas dan mana yang bukan.

“Rata-rata PT yang kena itu KSO-nya PT mereka sendiri. Dari contoh beberapa PT, mereka langsung yang dapat KSO-nya sehingga kita sulit membedakan mana areal Agrinas dan mana yang bukan,” tandasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard