Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Paham Radikal Sasar Anak-Anak melalui Game Online

Redaksi 05-01-2026, 05:49 WIB 1 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancarai sejumlah awak media. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancarai sejumlah awak media. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dampak negatif perkembangan teknologi mulai terasa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengungkapkan bahwa game online kini menjadi salah satu pintu masuk penyebaran paham radikalisme kepada anak-anak.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat dua anak di Kotim yang terindikasi mulai terpapar paham radikal setelah direkrut melalui permainan daring.

Informasi tersebut, lanjut Irawati, diperoleh dari Densus 88 yang secara khusus datang ke Kotim untuk melakukan pemantauan dan pengamanan.

Menurutnya, pola perekrutan dilakukan secara bertahap melalui game online yang saat ini sangat digemari oleh anak-anak.

“Awalnya lewat game online yang memang sangat digemari anak-anak,” ujar Irawati, Senin (5/1/2026).

Irawati juga mengatakan, dalam grup tersebut, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada kekerasan, tetapi juga ditanamkan kebencian terhadap orang lain, termasuk doktrin radikalisme berbasis agama.

“Di dalam grup itu diajarkan kekerasan seperti bagaimana membunuh, bagaimana membenci orang lain. Apalagi jika anaknya memiliki latar belakang pernah dibully,” ungkapnya.

Irawati menambahkan, dua anak yang terindikasi tersebut saat ini masih berada dalam pengawasan ketat aparat dan pemerintah daerah. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard