Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Lakukan Pemeliharaan Jembatan Kapten Mulyono Sampit

Redaksi 21-01-2026, 03:44 WIB 1 menit baca
Dinas SDABMBKPRKP Kotim melakukan pemeliharaan Jembatan Kapten Mulyono Sampit. (FOTO:SEPUTARA BORNEO)
Dinas SDABMBKPRKP Kotim melakukan pemeliharaan Jembatan Kapten Mulyono Sampit. (FOTO:SEPUTARA BORNEO)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melakukan pemeliharaan Jembatan Kapten Mulyono Sampit.

Pemeliharaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan yang dinilai kurang aman dan nyaman untuk dilalui oleh pengguna jalan.

“Kegiatan pemeliharaan ini berlangsung selama dua hari dalam rangka menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan, sekaligus atas instruksi dari dinas,” ujar Alfian, pengawas jalan dan jembatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Rabu (21/1/2026).

Alfian menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan meliputi penggantian kayu jembatan yang rusak serta pemasangan dan pengencangan baut pada plat besi yang sebelumnya lepas. Sementara itu, kondisi plat besi dinilai masih layak sehingga belum diperlukan penggantian secara menyeluruh.

“Platnya masih cukup utuh, jadi hanya dilakukan penambahan serta pengencangan baut-baut yang lepas atau hilang, itu yang kami ganti,” katanya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, jembatan tetap difungsikan secara terbatas. Penutupan total hanya dilakukan saat pekerjaan berlangsung.

“Pekerjaan dilakukan selama dua hari, mulai pagi hingga sekitar pukul 13.00 WIB setiap harinya. Setelah jam istirahat, sekitar pukul 13.00 WIB, jembatan kembali operasional seperti biasa,” tambahnya.

Pemeliharaan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jembatan. Alfian menyebutkan, pemeliharaan terakhir sebelumnya dilakukan pada akhir tahun 2025.

“Kalau tidak salah, pemeliharaan terakhir sekitar November hingga Desember 2025, termasuk penggantian kayu yang patah dan pemasangan baut,” ungkapnya.

Diketahui, jembatan tersebut kembali dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Salah satu plat besi yang berfungsi sebagai penutup lantai jembatan terlihat bengkok dan mencuat ke atas tepat di bagian tengah jembatan.

Kondisi ini semakin berisiko, terutama pada malam hari, karena minimnya penerangan di sekitar lokasi sehingga kerusakan jembatan sulit terlihat oleh pengendara yang melintas. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard