Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Bupati Festival Mengaruhi dan Peluncuran Program Budikdamber

Redaksi 29-01-2026, 04:27 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika membuka Festival Mengaruhi, sekaligus meluncurkan Program Budikdambar
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika membuka Festival Mengaruhi, sekaligus meluncurkan Program Budikdambar

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Tiimur (Kotim) Halikinnor, secara resmi membuka kegiatan Festival Mengaruhi sekaligus meluncurkan program Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) Dinas Perikanan Kabupaten Kotim, serta penandatanganan perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga, pada kamis (29/1/2026).

Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan bahwa program Budikdamber merupakan inovasi sederhana namun memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

“Program Budikdamber adalah salah satu wujud nyata inovasi yang sederhana namun penuh manfaat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi keluarga,” kata halikinnor.

Ia menjelaskan, program tersebut akan dikerjasamakan dengan mitra kerja pemerintah, yaitu perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam gabungan perusahaan perkebunan indonesia (GPPI) wilayah Kotim.

“Ini selaras dengan kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada tahun 2023 antara Pemkab Kotim dengan GPPI tentang kerja sama bidang pembangunan, perekonomian, kesehatan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Halikinnor juga menegaskan bahwa festival mengaruhi merupakan bentuk pelestarian budaya lokal.

“Festival mengaruhi yang kita laksanakan hari ini adalah wujud nyata pelestarian budaya lokal sekaligus ajang silaturahmi bersama unsur forkopimda dan seluruh kepala opd,” katanya.

menurutnya, festival ini bukan sekadar tradisi, namun juga simbol persatuan, gotong royong, dan semangat menjaga kearifan lokal.

“Melalui festival ini, kita ingin menegaskan bahwa pembangunan kotawaringin timur tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada budaya, identitas, dan jati diri daerah,” tegas halikinnor.

Ia menambahkan, melalui program Budikdamber, pemerintah daerah berupaya mendorong kemandirian pangan masyarakat.

"Kita ingin mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan protein ikan secara mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Di sisi lain, festival ini menjadi bukti bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboy, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi dinas perikanan dalam menjaga keberlanjutan program di tengah keterbatasan anggaran.

“Kegiatan Festival Mengaruhi sekaligus launching program Budikdamber dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Perikanan Kotim dengan GPPI tahun 2026 ini dilaksanakan untuk menyikapi keterbatasan anggaran,” ujarnya.

ia menjelaskan, pada tahun 2026 Dinas Perikanan tidak mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) maupun insentif fiskal (IF), sehingga diperlukan langkah kolaboratif agar program tetap berjalan.

“Supaya program dan kegiatan bidang perikanan tetap bisa dilaksanakan, maka kami menindaklanjuti kesepakatan bersama antara Pemkab Kotim dan GPPI," terangnya.

Oboy berharap penandatanganan kerja sama tersebut menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan.

“Semoga penandatanganan kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi terwujudnya kolaborasi berkelanjutan demi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotim” pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard