Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dishub Kotim Targetkan 2026 Pasang 82 PJU di Jalan Kapten Mulyono

Redaksi 14-02-2026, 04:31 WIB 2 menit baca
Kadishub Kotim, Raihansyah
Kadishub Kotim, Raihansyah

SB, SAMPIT - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Dishub Kotim) menyiapkan proyek strategis pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada tahun 2026.

Salah satu fokus utama berada di ruas Jalan Kapten Mulyono, Sampit, yang dinilai membutuhkan tambahan penerangan demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan pemasangan PJU direncanakan membentang dari Simpang MT Haryono hingga pertigaan Jalan Lingkar Selatan.

“Pemasangan PJU di Jalan Kapten Mulyono direncanakan dari Simpang MT Haryono hingga pertigaan Jalan Lingkar Selatan dengan proyeksi anggaran sekitar Rp2 miliar lebih,” ujar Raihansyah, Sabtu (14/2/2026).

Ia berharap tidak ada lagi pemangkasan anggaran sehingga proyek tersebut dapat direalisasikan sesuai rencana.

“Kami berharap tidak ada pemangkasan lagi, supaya proyek ini betul-betul direalisasikan sehingga pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat malam hari,” tegasnya.

Dalam tahap perencanaan, Dishub Kotim sempat mempertimbangkan penggunaan PJU tenaga surya. Namun, berdasarkan hasil kajian teknis, opsi tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi umur baterai dan risiko perawatan jangka panjang.

“Penyedia PJU surya hanya sanggup memberikan garansi perawatan maksimal empat tahun. Setelah itu, tanggung jawab perbaikan ada di kami. Bisa saja aki, panel, atau baterainya rusak, bahkan berisiko dicuri. Dari sisi anggaran juga lebih mahal, itu pertimbangan teknisnya,” jelas Raihansyah.

Proyeksi anggaran untuk PJU tenaga surya sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar. Karena pertimbangan efisiensi dan kemudahan perawatan, pemerintah akhirnya memutuskan menggunakan PJU listrik dari PLN dengan estimasi anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih.

“Kalau PJU biasa, perawatannya relatif sederhana. Kerusakan umumnya hanya ganti bohlam,” tambahnya.

Rencananya, sebanyak 82 tiang PJU akan dipasang di satu sisi jalan dengan jarak antar tiang sekitar 40 hingga 50 meter. Tahapan perencanaan dijadwalkan berlangsung pada triwulan II, sementara pelaksanaan fisik ditargetkan pada triwulan III atau sekitar Juli hingga September 2026.

Untuk biaya operasional listrik, Dishub Kotim memperkirakan besaran anggaran hampir setara dengan PJU di Jalan Pramuka–Pemuda, yakni sekitar Rp10–15 juta per bulan untuk kurang lebih 80 tiang penerangan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard