Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Operator Pesawat A320 segera Beroperasi di Sampit

Redaksi 16-02-2026, 02:48 WIB 2 menit baca
Kadishub Kotim, Raihansyah
Kadishub Kotim, Raihansyah

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah, optimistis peningkatan status bandara di Sampit akan segera berdampak pada masuknya operator pesawat berbadan besar seperti Airbus A320.

Menurut Raihansyah, sejumlah tahapan telah dilalui untuk mengundang operator agar beroperasi di Sampit. Proses tersebut melibatkan koordinasi dengan kementerian serta pihak operator.

“Untuk meningkatkan status bandara kita, setelah koordinasi kepada beberapa operator dan kementerian, ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan. Tidak mudah mengundang operator ke Kotim, salah satunya adalah terkait kelaikan bandara dan kelaikan udara dari pihak Kementerian,” kata Raihansyah, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, tahapan dimulai dari survei awal oleh tim operator yang berencana membuka rute ke Sampit. Selanjutnya, tim teknis melakukan pengecekan terkait kesiapan ground handling, tangga parkir, lebar dan panjang runway.

“Secara teknis sudah memenuhi syarat. Kemudian tim maintenance juga sudah melakukan pengecekan. Untuk kebutuhan engineer, sementara ini bisa didukung dari Palangka Raya,” jelasnya.

Tahapan berikutnya adalah kajian bisnis, di mana operator menghitung potensi rute dan konektivitas antar kota. “Mereka tidak hanya berhenti di Sampit. Misalnya sampai di Surabaya, harus bisa terkoneksi dengan beberapa kota lainnya. Semua itu sudah terpenuhi, bahkan penjadwalan sudah selesai,” katanya.

Raihansyah mengungkapkan, Sertifikat Badan Usaha Bandar Udara (SBU) telah terbit dari Kementerian. Dengan terbitnya SBU tersebut, bandara di Sampit kini dapat didarati pesawat berbadan besar seperti Airbus A320.

“Awalnya kita berstatus UPBU, sekarang SBU sudah selesai. Ini menjadi dasar kami untuk mengundang operator agar bisa operasional di Sampit. Semoga sebelum Lebaran operator sudah beroperasi,” harapnya.

Dari sisi kesiapan fasilitas, pihak bandara disebut telah menyiapkan berbagai sarana pendukung. Counter check-in, tim IT untuk boarding, apron, hingga modifikasi tangga pesawat untuk menyesuaikan dengan tinggi pesawat berbadan besar telah disiapkan.

“Kita tinggal menunggu finalisasi jadwal. Nanti akan kami ekspos setelah jadwal penjualan tiket resmi keluar,” lanjutnya.

Terkait aspek teknis landasan, Raihansyah mengakui masih terdapat keterbatasan pada ketebalan Pavement Classification Number (PCN). Saat ini, ketebalan PCN masih kurang sekitar lima sentimeter.

“Konsekuensinya, jika pesawat berkapasitas 180 penumpang mendarat di Sampit, hanya bisa terisi 70 hingga 80 persen penumpang. Artinya ada pengurangan bobot, baik dari jumlah penumpang maupun bagasi,” jelasnya.

Meski demikian, panjang dan lebar runway dinilai sudah mencukupi. Untuk peningkatan ketebalan PCN, pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian karena membutuhkan anggaran besar jika menggunakan APBD.

Selain itu, perpanjangan runway tetap diusulkan dalam jangka panjang, termasuk rencana pemindahan gedung PK yang saat ini posisinya dinilai menjorok ke area tengah bandara.

“Rekomendasinya memang dipindah ke sebelah barat, di lahan yang sudah dibebaskan. Untuk sementara panjang dan lebar runway cukup, tinggal peningkatan PCN,” ujarnya.

Raihansyah juga menyebut dukungan dari Gubernur Kalimantan Tengah terhadap pembukaan jalur baru di Kotim. Menurutnya, tidak ada kekhawatiran akan persaingan dengan bandara di Palangka Raya maupun Pangkalan Bun. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard