Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Wabup Kotim Sidak Pasar PPM Sampit, Tindaklanjuti Laporan Kelangkaan Bahan Pokok

Redaksi 25-02-2026, 12:23 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati turun ke PPM Sampit melakukan sidak bahan pokok. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati turun ke PPM Sampit melakukan sidak bahan pokok. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar PPM Sampit bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), camat dan lurah setempat, menyusul adanya laporan masyarakat terkait kelangkaan sejumlah bahan pokok.

Sidak dilakukan di pasar tradisional milik pemerintah daerah tersebut untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa jenis barang yang disebut pedagang mulai langka.

“Hari ini kita bersama kepala dinas perindag, camat dan lurah turun langsung ke Pasar PPM untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kelangkaan barang. Memang ada beberapa jenis barang yang dikatakan langka,” ujar Irawati, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, kelangkaan tersebut dipengaruhi kendala distribusi, terutama dari Pulau Jawa. Gelombang laut yang cukup besar menyebabkan pengiriman barang mengalami hambatan.

“Barang-barang dari Pulau Jawa ada yang langka karena kendala transportasi. Namun tadi kami mendapat informasi bahwa peti kemas sudah mulai bergeser, mudah-mudahan dalam waktu dekat stok kembali normal di Kotim,” jelasnya.

Terkait produk Minyakita, Irawati menyebutkan stok sebenarnya tersedia, namun terdapat persyaratan administrasi bagi pedagang yang ingin membeli melalui Perum Bulog.

“Minyakita tadi dikatakan langka, tetapi sebenarnya ada. Hanya saja ada persyaratan yang harus dilengkapi, seperti NPWP. Beberapa pedagang memang belum melengkapi syarat tersebut,” katanya.

Selain Minyakita, komoditas lain seperti gula pasir dan tepung terigu juga mengalami keterbatasan stok. Tingginya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri menjadi salah satu faktor penyebab.

“Tepung memang banyak dicari saat Ramadan untuk membuat kue. Begitu juga gula pasir, beras premium, dan gula merah yang sebagian besar didatangkan dari Jawa,” ungkapnya.

Meski demikian, Irawati memastikan harga bahan pokok di Pasar PPM masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan. Kelangkaan lebih banyak terjadi di sejumlah warung pinggir jalan, sementara di pasar PPM barang masih tersedia meski stok mulai menipis.

Untuk mengantisipasi kekurangan gula merah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana mendorong distribusi gula merah lokal dari wilayah Samuda agar dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar.

“Kita akan dorong distribusi gula merah lokal dari Samuda supaya bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, distribusi komoditas bawang masih bergantung pada pemasok dari Sulawesi.

Irawati juga mengingatkan pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan barang, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kami berpesan kepada pedagang dan distributor agar bekerja sama. Pemerintah daerah akan terus mengawasi, jangan sampai terjadi penumpukan barang, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard