Pemkab Kotim Optimis Perputaran Uang Capai Rp 3,5 M di Pasar Ramadan
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis target perputaran uang sebesar Rp3,5 miliar pada Pasar Ramadan tahun 2026 dapat tercapai. Tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan menjadi indikator kuat pergerakan ekonomi berjalan positif.
“Terkait Pasar Ramadan, kita optimis bisa mencapai target perputaran uang yang sebelumnya sudah disampaikan. Dalam seminggu ini kita sudah melihat banyak sekali pengunjung di Pasar Ramadan, bahkan ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Johny Tangkere, Rabu (25/2/2026).
Menurut Johny, tren positif tersebut terlihat dari aktivitas transaksi yang cukup masif sejak hari pertama. Arus pengunjung tahun ini dinilai jauh lebih padat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
“Kita melihat langsung transaksi yang terjadi di lapangan sangat tinggi. Dengan kondisi seperti ini, kami yakin target ekonomi yang sudah disusun bisa tercapai selama satu bulan penuh,” tambahnya.
Pemkab Kotim memproyeksikan total perputaran ekonomi Pasar Ramadan sebesar Rp 3,5 miliar yang terbagi dalam tiga sektor utama.
Pertama, sektor transaksi kuliner di area bazar diprediksi menyumbang Rp2 miliar. Kedua, efek ekonomi di sekitar kawasan, termasuk omzet parkir dan transaksi di luar area utama, diproyeksikan mencapai Rp1 miliar. Ketiga, pendapatan daerah dari retribusi parkir dan kebersihan ditargetkan sebesar Rp50 juta untuk kas daerah.
Johny juga menjelaskan bahwa Pasar Ramadan tahun ini diikuti sekitar 130 pedagang yang terbagi dalam dua zona, yakni zona kuliner lokal dan zona kuliner modern.
Sebanyak 70 pedagang menempati area kuliner lokal yang berada di Jalan S. Parman, sebelah selatan Taman Kota Sampit. Klaster ini didominasi oleh 42 pedagang kue tradisional, 17 pedagang minuman segar, 6 pedagang asongan, serta 7 dealer dan distributor pangan.
Sementara itu, zona kuliner modern berlokasi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Swalayan UMKM, yang dikelola bekerja sama dengan UMKM Harati. Di zona ini terdapat 60 stand yang menawarkan beragam menu kekinian.
Rinciannya, 15 stand minuman, 15 stand kue, dan 30 stand makanan berat seperti dimsum, risoles, serta berbagai hidangan populer lainnya untuk berbuka puasa.
Dengan tingginya partisipasi pedagang dan lonjakan jumlah pengunjung, Pemkab Kotim berharap Pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman, tetapi juga momentum penguatan sektor UMKM lokal. (f1/sb)