Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Komitmen Peluncuran KHBS, Gubernur Prioritaskan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Redaksi 25-02-2026, 05:37 WIB 2 menit baca
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama Wagub Edy Pratowo menggelar Rakor Kartu Huma Betang Sejahtera. (FOTO:ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama Wagub Edy Pratowo menggelar Rakor Kartu Huma Betang Sejahtera. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kartu Huma Betang Sejahtera yang dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo. Rapat tersebut membahas langkah strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah tidak boleh menjadi penghambat pelayanan kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tetap berkomitmen menjalankan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

“Kita tetap fokus pada pelayanan dasar, terutama kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Gubernur.

Pada sektor kesehatan, Pemprov menyiapkan delapan unit mobil layanan kesehatan keliling untuk menjangkau wilayah pedalaman dan daerah terpencil. Mobil layanan tersebut akan dilengkapi tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dan dijadwalkan beroperasi secara rutin setiap bulan.

“Dengan adanya mobil layanan kesehatan keliling ini, masyarakat di wilayah terpencil tetap bisa mendapatkan layanan medis yang layak tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas medis.

Di bidang pendidikan dan vokasi, pemerintah provinsi mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah. Fokus diarahkan pada sektor strategis seperti pertanian, pertambangan, pariwisata, dan kehutanan.

Menurut Gubernur, penguatan pendidikan vokasi sangat penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.

“Kita ingin lulusan sekolah dan pelatihan vokasi benar-benar siap kerja dan mampu mengisi peluang di sektor unggulan daerah,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain sektor kesehatan dan pendidikan, Pemprov juga memperkuat program perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dukungan turut diberikan kepada tokoh agama serta penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Pemerintah membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial. Warga yang merasa berhak namun belum terdata dapat melapor untuk diverifikasi dan dimasukkan ke dalam basis data penerima.

“Kita ingin bantuan ini tepat sasaran. Jika ada yang belum menerima, silakan lapor agar bisa segera diverifikasi,” ujar Gubernur.

Menutup arahannya, Gubernur menekankan pentingnya pengawasan bersama agar seluruh program berjalan efektif dan tidak terjadi pemborosan anggaran. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari aparat pemerintah hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program Huma Betang Sejahtera.

“Keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah terus meningkat,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard