Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Wabup Kotim Sidak Pangan Olahan Jelang Idulfitri, Temukan Barang Kedaluwarsa dan Rusak

Redaksi 12-03-2026, 12:52 WIB 1 menit baca
Wakil Bupati Kotim, Irawati ketika melaksanakan sidak pangan menjelang Hari Raya Idulfitri. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wakil Bupati Kotim, Irawati ketika melaksanakan sidak pangan menjelang Hari Raya Idulfitri. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penjualan pangan olahan di Sampit, Kamis (12/3/2026). Sidak ini bertujuan memastikan produk yang dijual aman, layak konsumsi, dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Dalam sidak tersebut, Irawati bersama tim mengunjungi beberapa lokasi, termasuk Hypermart, serta sejumlah toko dan swalayan di Kotim.

“Sekarang kami melakukan sidak pangan, khususnya pangan olahan tanpa izin edar, barang-barang yang kedaluwarsa maupun rusak,” ujar Irawati saat memantau produk yang dijual di salah satu swalayan.

Ia menjelaskan, pengawasan rutin ini dilakukan setiap menjelang Lebaran untuk melindungi masyarakat dari produk pangan yang berpotensi merugikan.

“Kami ingin masyarakat lebih jeli saat membeli pangan. Jangan sampai salah membeli makanan yang sudah kedaluwarsa karena bisa berdampak pada kesehatan konsumen,” tegasnya.

Dari hasil sidak, tim menemukan beberapa produk rusak dan barang yang masa kedaluwarsanya tinggal sekitar tiga bulan. Menurut Irawati, minimal masa kedaluwarsa yang diperbolehkan dijual adalah enam bulan.

“Jika ditemukan produk dengan masa kedaluwarsa di bawah enam bulan, kami minta agar tidak dijual kepada konsumen,” jelasnya.

Selain itu, tim juga memeriksa paket parsel Lebaran yang dijual di sejumlah toko, memastikan semuanya aman dan layak dikonsumsi.

Irawati menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan saat sidak, tetapi juga secara rutin oleh instansi terkait. Petugas dinas akan terus turun ke lapangan untuk memastikan barang yang sudah diminta ditarik tidak kembali dijual.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar lebih selektif dalam menjual produk, terutama barang titipan dari pihak lain.

“Saya berharap pelaku usaha terus melakukan pengawasan terhadap barang yang dijual. Tolong selektif, jangan hanya mencari keuntungan. Ini menyangkut keselamatan konsumen,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard