Gerakan Pangan Murah di Sampit Diserbu Warga, Sejumlah Komoditas Habis dalam 30 Menit
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari raya, Jumat (13/3/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi, mengatakan kegiatan pasar murah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang hari raya keagamaan, seperti Nyepi maupun Idulfitri.
“Pasar murah ini memang merupakan kegiatan yang kita laksanakan sebelum hari raya, baik Nyepi maupun Lebaran. Ini juga menjadi rangkaian kegiatan, karena sebelumnya pada awal Ramadan kita sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara nasional,” ujarnya.
Menurut Yephi, program serupa juga digelar oleh berbagai pihak untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Selain pemerintah daerah, kepolisian juga mengadakan kegiatan serupa, dan dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Sampit.
Ia menyebutkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi, terutama karena digelar pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan bahan pokok meningkat.
“Animo masyarakat tentu sangat besar. Di bulan puasa menjelang Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas dasar dengan harga murah memang sangat tinggi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim menyediakan berbagai komoditas pokok, di antaranya beras SPHP, beras premium, minyak goreng, telur, gula, dan bawang.
“Komoditas yang disiapkan selain beras SPHP dan beras premium, juga ada minyak goreng, telur, gula, serta bawang. Itu yang kita sediakan dalam kegiatan pasar murah kali ini,” katanya.
Namun, karena stok yang tersedia terbatas, sejumlah komoditas langsung habis diserbu warga tak lama setelah kegiatan dimulai.
“Stok yang bisa kita sediakan memang terbatas. Bahkan belum sampai setengah jam, komoditas gula, telur, dan bawang sudah habis dibeli masyarakat,” ungkap Yephi.
Sementara itu, untuk beras SPHP masih tersisa karena penjualannya dilakukan di dua lokasi secara bersamaan, yakni di tenda kegiatan dan di Polres Kotim. Beras tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Bulog sehingga sisa stok akan dikembalikan terlebih dahulu ke gudang.
“Beras SPHP memang masih ada sisa karena dibuka di dua lokasi hampir bersamaan. Itu juga kerja sama dengan Bulog, sehingga sisa stoknya akan dikembalikan ke gudang terlebih dahulu,” jelasnya.
Yephi menambahkan, dalam waktu dekat kegiatan serupa juga akan kembali digelar oleh Kantor Pos sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Ke depan kemungkinan minggu depan juga akan ada Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Kantor Pos,” pungkasnya. (f1/sb)