Hari Pertama Kerja, Wakil Bupati Sidak Disdukcapil, Soroti Lonjakan Layanan dan Minimnya Pegawai
SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Timur pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).
Sidak yang dilakukan di Sampit tersebut mengungkap tingginya lonjakan kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan. Sejak pagi hari, masyarakat memadati kantor Disdukcapil untuk mengurus berbagai dokumen penting, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, perpindahan domisili, hingga pencatatan perkawinan dan kematian.
Namun di tengah membludaknya jumlah pemohon layanan, Irawati menemukan bahwa jumlah pegawai yang bertugas masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh penerapan sistem kerja Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) yang sebelumnya diberlakukan, sehingga tidak seluruh pegawai hadir secara bersamaan di hari pertama kerja.
“Kita memang membolehkan sistem kerja WFO dan WFA, tetapi untuk pelayanan publik seperti Disdukcapil ini perlu menjadi perhatian serius. Ke depan akan kita evaluasi agar instansi pelayanan langsung tidak dimasukkan dalam skema tersebut,” tegas Irawati.
Ia menjelaskan, dari total pegawai yang ada, hanya sekitar 80 orang yang hadir pada hari tersebut, termasuk kepala dinas. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan tingginya kebutuhan pelayanan masyarakat yang datang secara bersamaan pasca libur panjang Lebaran.
“Jumlah staf yang masuk hari ini masih terbatas, sementara masyarakat yang datang sangat banyak. Ini tentu menjadi evaluasi agar ke depan pelayanan tetap optimal, terutama di momen seperti ini,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada lonjakan permintaan, Irawati memastikan bahwa ketersediaan blanko KTP elektronik di Disdukcapil Kotim dalam kondisi aman. Ia pun mengimbau masyarakat yang belum melakukan pencetakan KTP untuk segera memanfaatkan layanan yang tersedia.
Selain menyoroti aspek sumber daya manusia, Irawati juga menemukan kendala pada fasilitas penunjang pelayanan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kerusakan sejumlah unit pendingin ruangan (AC) yang menyebabkan suasana di dalam kantor terasa panas dan kurang nyaman, terutama dengan tingginya jumlah pengunjung.
“Tadi kita rasakan cukup panas karena banyaknya masyarakat yang datang. Ternyata ada tiga unit AC di lantai atas yang rusak, sementara hanya dua unit di lantai bawah yang berfungsi. Ini sudah saya minta segera diperbaiki agar pelayanan lebih nyaman,” ungkapnya.
Terkait respons masyarakat, Irawati menyebutkan tidak ada keluhan serius yang disampaikan secara langsung kepada dirinya. Meski demikian, ia mengakui adanya ketidaknyamanan akibat antrean panjang dan kondisi ruangan yang kurang mendukung.
“Secara langsung tidak ada keluhan, masyarakat masih bisa memahami kondisi hari pertama kerja. Namun ini tetap menjadi catatan penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya,” tandasnya.
Melalui sidak ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, kehadiran pegawai, maupun fasilitas, guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan administrasi yang cepat, nyaman, dan optimal. (f1/sb)