Kadishub Kotim, Raihansyah
SB, SAMPIT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengakui masih adanya kendaraan besar yang melintas di dalam kota meski kondisi Jalan Lingkar Sampit saat ini dinilai sudah memadai.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pengawasan dan imbauan kepada para pengemudi agar menggunakan jalur lingkar, baik utara maupun selatan.
“Jalan Lingkar kita saat ini sudah bagus, namun masih ada kendaraan besar yang melintas di dalam kota. Dari Dishub sendiri kami terus melakukan imbauan agar mereka melewati Jalan Lingkar Utara atau Selatan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, kepatuhan pengemudi sebenarnya cukup baik saat petugas berada di lapangan. Namun, kondisi berbeda terjadi ketika pengawasan tidak dilakukan secara langsung.
“Ketika kami melakukan pengawasan dan patroli, mereka patuh. Tetapi saat kami tidak ada di lapangan, mereka kembali masuk ke dalam kota,” jelasnya.
Menurut Raihansyah, keberadaan gudang-gudang di dalam kota menjadi salah satu faktor utama kendaraan besar tetap melintas di jalur perkotaan.
Sejumlah gudang, seperti gudang pasir dan alat berat, berada di kawasan Jalan Kapten Mulyono dan sekitar Jalan HM Arsyad.
Dengan keberadaan gudang tersebut yang membuat mereka tidak mungkin melalui Jalan Lingkar Selatan. Ini yang memang menjadi kendala.
Ia menambahkan, penataan ulang terkait keberadaan gudang, khususnya yang berkaitan dengan alat berat, perlu menjadi perhatian ke depan agar kebijakan pengalihan jalur kendaraan besar dapat berjalan lebih efektif.
“Gudang-gudang di seputaran HM Arsyad, termasuk gudang alat berat dan yang ada di Jalan Kapten Mulyono, ini yang harus kita rumuskan kembali, terutama yang berkaitan dengan aktivitas alat berat,” pungkasnya. (f1/sb)