Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bunda PAUD Kotim Buka HUT IGTKI ke-76, Soroti Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Redaksi 09-05-2026, 11:58 WIB 1 menit baca
Bunda PAUD Kotim, Khairiyah Halikinnor merayakan HUT IGTKO ke-76. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bunda PAUD Kotim, Khairiyah Halikinnor merayakan HUT IGTKO ke-76. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bunda PAUD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khairiyah Halikinnor, membuka peringatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke-76 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan edukatif bagi anak-anak, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, digelar sejumlah lomba dan aktivitas kreatif, salah satunya menggambar dan permainan edukasi bersama anak-anak PAUD dan TK.

Khairiyah menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para guru yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, peran guru PAUD sangat penting dalam membentuk karakter dan pendidikan anak sejak usia dini.

“Saya mengucapkan selamat HUT IGTKI ke-76. Tadi ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, salah satunya menggambar dan kegiatan edukatif lainnya. Saya berterima kasih kepada IGTKI yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini para guru PAUD di Kotim telah menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak.

“Kalau saya melihat, peran guru-guru PAUD selama ini luar biasa. Semangat dan dedikasi mereka dalam mengajarkan anak-anak didiknya sangat baik,” katanya.

Khairiyah juga menyinggung program wajib belajar 13 tahun yang saat ini terus disosialisasikan pemerintah, termasuk pentingnya pendidikan pra-sekolah bagi anak-anak.

Ia berharap para guru PAUD ke depan terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak didik, sehingga pendidikan usia dini dapat semakin bermakna. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa angka anak putus sekolah di Kotim masih cukup tinggi, khususnya di wilayah pelosok. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama.

“Terus terang di kabupaten ini angka anak putus sekolah masih cukup tinggi, khususnya di daerah pelosok. Salah satu penyebabnya karena kondisi wilayah yang tidak merata, ada yang harus lewat sungai sehingga jarak tempuh anak ke sekolah cukup jauh,” jelasnya.

Menurutnya, rendahnya pemahaman sebagian orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu mendapat perhatian bersama. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard