Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

DPRD Palangka Raya Dukung Penindakan Tegas Balap Liar, Soroti Peran Orang Tua dan Sekolah

Redaksi 15-05-2026, 09:38 WIB 3 menit baca
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi

SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam menertibkan aksi balap liar yang belakangan kembali marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Palangka Raya.

Menurut Syaufwan, tindakan aparat kepolisian tersebut patut diapresiasi karena aktivitas balap liar sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hingga dini hari saat arus lalu lintas mulai lengang.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat dalam menindak balap liar yang sangat meresahkan masyarakat,” kata Syaufwan Hadi di Palangka Raya, Kamis.

Ia menjelaskan, aksi balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan pelaku maupun masyarakat sekitar.

Menurutnya, ruas jalan yang digunakan untuk balapan liar sering kali merupakan jalur umum yang masih dilalui kendaraan masyarakat, sehingga risiko kecelakaan sangat tinggi.

“Balap liar ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Aktivitas ini bisa membahayakan nyawa, baik pelaku maupun pengguna jalan lain yang melintas. Karena itu memang perlu ditindak tegas,” ujarnya.

Syaufwan juga menilai langkah aparat kepolisian dalam melakukan razia dan penertiban sudah tepat, terlebih dalam kegiatan tersebut ditemukan berbagai pelanggaran lain, seperti kendaraan tanpa kelengkapan surat, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, hingga pengendara yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.

“Dari penertiban yang dilakukan, ternyata bukan hanya soal balap liar, tetapi juga banyak pelanggaran lain yang ditemukan. Ini menunjukkan perlunya pengawasan dan penindakan yang konsisten,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan balap liar tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, lingkungan masyarakat, dan terutama orang tua.

Menurut Syaufwan, sebagian besar pelaku balap liar masih berusia muda dan berstatus pelajar, sehingga perlu mendapatkan pembinaan dan pengawasan yang lebih serius agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, karena mayoritas pelaku masih berstatus pelajar. Jangan sampai mereka terjerumus ke kegiatan yang merusak masa depan,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa usia remaja merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.

“Orang tua jangan sampai lengah. Harus memastikan anak-anaknya berada di rumah pada jam-jam tertentu dan tidak terlibat aktivitas berbahaya di luar,” tegasnya.

Selain itu, Syaufwan juga mendorong sekolah untuk ikut memberikan edukasi kepada para pelajar terkait bahaya balap liar, baik dari sisi hukum maupun keselamatan.

“Sekolah juga punya peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak negatif balap liar. Jangan sampai mereka menganggap ini hanya sekadar hiburan atau ajang gaya-gayaan,” katanya.

Ia pun mendukung penuh kebijakan aparat kepolisian yang memberikan sanksi tegas terhadap pelaku balap liar, termasuk penahanan kendaraan selama tiga bulan dan penerapan sanksi tilang maksimal sebagai upaya memberikan efek jera.

“Kalau memang untuk memberikan efek jera, kami mendukung langkah tersebut. Penindakan tegas perlu dilakukan supaya ada kesadaran dan pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaufwan berharap upaya penertiban tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sehingga aksi balap liar di Kota Palangka Raya dapat ditekan.

“Harapannya tentu penertiban dilakukan secara konsisten agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas, terutama di malam hari,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard