seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Kalteng dan Bupati Kapuas Panen Raya Padi

by Redaksi - Tanggal 09-07-2026,   jam 09:04:00
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Forkopimda dan Bupati Kapuas HM. Wiyatno serta Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifai hadiri panen raya padi, Rabu (8/7/2026). FOTO: HUMAS/SB Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Forkopimda dan Bupati Kapuas HM. Wiyatno serta Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifai hadiri panen raya padi, Rabu (8/7/2026). FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran didampingi Bupati Kapuas HM Wiyatno melaksanakan panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Kapuas sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Tengah.

Panen raya dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Forkopimda Kabupaten Kapuas, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, kelompok tani, serta para undangan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan pertanian produktif, termasuk Kabupaten Kapuas yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Tengah.

Ia berharap bantuan alsintan yang disalurkan mampu mempercepat pengolahan lahan dan panen, menekan biaya produksi, serta meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

Sementara Bupati Kapuas HM Wiyatno menjelaskan panen raya tahun ini dilaksanakan serentak di empat kecamatan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur, dengan total luas panen mencapai 25.799 hektare.

Menurut Wiyatno, Kecamatan Bataguh dan Tamban Catur kini didominasi penggunaan varietas padi unggul yang mampu dipanen hingga lima kali dalam dua tahun, sedangkan Kapuas Kuala dan Kapuas Timur masih didominasi budidaya padi lokal.

"Alhamdulillah, Bataguh dan Tamban Catur rata-rata sudah menggunakan padi unggul yang mampu panen lima kali dalam dua tahun. Ini menjadi salah satu keberhasilan petani kita dalam meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan ke Kabupaten Kapuas. Tahun 2026, Kapuas menerima bantuan sebanyak 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, dan 213 unit hand sprayer.

Selain itu, Kabupaten Kapuas juga mendapatkan Program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang tersebar di empat kecamatan tersebut. Dengan total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare, kawasan itu dinilai sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri Pertanian, dan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian besar terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kapuas," kata Wiyatno.

Ia menegaskan, Kabupaten Kapuas hingga kini masih menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Tengah yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi terhadap pasokan pangan di tingkat provinsi.

Dengan produktivitas rata-rata mencapai 5 ton gabah per hektare, Wiyatno optimistis Kabupaten Kapuas mampu memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

Meski demikian, ia berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berlanjut, terutama untuk pengadaan combine harvester dan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) guna meningkatkan kualitas serta nilai tambah hasil panen petani.

"Kami berharap, apabila kemampuan anggaran daerah belum mencukupi, Pemerintah Provinsi dapat membantu pembangunan Rice Milling Unit agar pengelolaan hasil panen petani menjadi semakin optimal," pungkasnya. (hms/f4)