seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pengakuan Pelaku Pembunuh Polisi, Ini Peran dari Pelaku

by Redaksi - Tanggal 09-07-2026,   jam 18:25:00
Yadi, terduga pelaku pembunuhan terhadap tiga anggota kepolisian saat diamankan oleh tim gabungan. (FOTO: ISTIMEWA) Yadi, terduga pelaku pembunuhan terhadap tiga anggota kepolisian saat diamankan oleh tim gabungan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, KASONGAN – Penyidik Polres Katingan terus mengembangkan kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Hingga kini, lima orang telah diamankan dan masing-masing diduga memiliki peran berbeda dalam insiden yang menewaskan tiga anggota Polri tersebut.

Lima terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial Saldy (S), Robi (R), Yadi (Y), L dan N. Seluruhnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

"Saat ini penyidikan masih terus kami lakukan dan melakukan pengembangan lebih lanjut," ujar Kapolres Katingan AKPB Dodik Hartono saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, penyidik telah memetakan dugaan peran masing-masing terduga pelaku dalam aksi penyerangan tersebut.

Salah seorang terduga pelaku, Saldy diduga menggunakan senapan angin, sedangkan Yadi diduga menggunakan senjata tajam dan membacok Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra.

"Untuk penggunaan senpi dilakukan oleh pelaku berinisial S, sedangkan Y menggunakan sajam dan membacok almarhum Yudhi. Tiga lainnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.

Meski demikian, Kapolres menegaskan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melengkapi alat bukti dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara ilmiah.

"Kami masih menunggu hasil Labfor," ujarnya.

Seperti diketahui, operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung ricuh setelah personel Satresnarkoba Polres Katingan diduga mendapat perlawanan, Kamis (2/7/2026) lalu.

Dalam insiden tersebut, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas, sementara Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana dan Ipda Anumerta Sumariyanto sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.

Hingga kini, penyidik masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. (rk/sb)