Agrinas Kelola Lahan PKH di Lamandau, Bupati Dorong Tenaga Kerja Lokal dan Politeknik Jadi Mitra
SB, NANGA BULIK – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Regional IX Kalimantan Tengah 2 melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Lamandau guna membahas pengelolaan lahan Program Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di wilayah Kabupaten Lamandau. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Agrinas dalam pengelolaan lahan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pada Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh CRO Agrinas Regional IX Kalteng 2, Dharmanalsyah Siregar, didampingi RH Operasional Dhani Hasibuan, GM HK Mudasir, GM Wilayah Lamandau Brigjen Aris bersama Marama Edi Kusnadi, serta Kepala Bagian KSO Regional IX Hamdi.
Usai pertemuan, Dharmanalsyah Siregar mengungkapkan bahwa pihaknya merasa optimistis dengan sambutan Pemerintah Kabupaten Lamandau terhadap rencana pengembangan Agrinas di daerah tersebut.
"Kami dari PT Agrinas Palma Nusantara Regional IX Kalimantan Tengah 2 melakukan pembicaraan dengan Pak Bupati Lamandau beserta perangkat daerah. Kami sangat senang karena respons yang diberikan sangat luar biasa terhadap upaya kebersamaan ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, PT Agrinas Palma Nusantara mendapat penugasan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mengelola lahan hasil penertiban Satgas PKH. Di Kabupaten Lamandau, potensi lahan yang masuk dalam berita acara Satgas PKH diperkirakan mencapai sekitar 27.000 hektare.
"Alhamdulillah, kami sudah mendiskusikan titik-titik lokasi serta peluang peningkatan performa Agrinas yang juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Lamandau. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada tindak lanjut berupa eksekusi di lapangan," katanya.
Menurut Dharmanalsyah, Agrinas juga menugaskan Brigjen Aris sebagai General Manager Wilayah Lamandau untuk mengawal seluruh potensi pengelolaan lahan di daerah tersebut.
"Sementara ini sudah ada sekitar 250 hektare lahan yang beroperasi dan dikelola. Luasan itu akan terus berkembang seiring hasil diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Lamandau," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia berharap kemitraan dengan Agrinas dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Target jangka panjang kami adalah menjalin hubungan yang baik dengan Agrinas. Di wilayah Lamandau sendiri masih ada sekitar 7.000 hektare kawasan Hutan Produksi (HP) yang mudah-mudahan ke depan bisa terselesaikan sesuai aturan yang berlaku," ujar Rizky.
Bupati menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama harus memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk membuka ruang kemitraan bagi masyarakat dan lembaga pendidikan.
"Saya berharap Politeknik Lamandau bisa dijadikan mitra strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung program Agrinas. Selain itu, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan agar masyarakat merasakan langsung manfaat investasi ini," tegasnya.
Menurut Rizky, hadirnya Agrinas di Lamandau diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah melalui pembangunan yang berkelanjutan.
"Selama ini kami terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat karena kemampuan fiskal daerah masih terbatas. Kehadiran Agrinas diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Lamandau," pungkasnya.(BY/SB)