Kondisi terkini Taman Kota Sampit mulai tidak terawatt dan tampak gersang. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Taman Kota Sampit mulai menunjukkan kesan kurang terawat di tengah musim kemarau. Rumput di sejumlah area mengering dan berubah kecokelatan, sementara daun berguguran serta sampah terlihat di beberapa titik.
Pantauan di lokasi dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan kondisi taman yang tidak lagi sehijau biasanya. Minimnya air selama kemarau membuat sebagian rumput tampak kering dan gersang.
Persoalan tidak hanya terlihat pada kondisi tanaman. Sejumlah bak sampah juga tampak penuh, sedangkan sampah masih ditemukan di sekitar kawasan taman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang datang untuk bersantai maupun beraktivitas.
Putri, salah seorang pengunjung, mengatakan rumput yang mengering masih bisa dimaklumi karena pengaruh musim kemarau. Namun, menurutnya, perawatan taman dan kebersihan seharusnya tetap berjalan.
“Kalau musim kemarau seperti ini, apakah memang tidak ada penyiraman atau pemeliharaan untuk tanaman di taman kota?” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Ia menilai tumpukan daun kering dan sampah membuat kondisi taman semakin terlihat tidak terawat.
“Daunnya banyak berguguran, rumput kering. Ditambah sampah di beberapa tempat. Jadi kelihatan semakin gersang dan kurang terawat,” katanya.
Warga berharap pengelola lebih rutin melakukan penyiraman tanaman, membersihkan daun yang berguguran, serta memastikan sampah dari bak penampungan segera diangkut.
Sebagai salah satu ruang terbuka yang sering digunakan masyarakat, Taman Kota Sampit dinilai perlu mendapat perhatian lebih, terutama saat musim kemarau agar tetap bersih, hijau, dan nyaman untuk dikunjungi. (f1/sb)