Lewati ke konten utama
DPRD Murung Raya

Kabut Asap Pekat Selimuti Puruk Cahu, DPRD Mura Ingatkan Warga Waspada

Redaksi 19-09-2026, 18:31 WIB 1 menit baca
Kondisi kabut asap pekat di wilayah Puruk Cahu, pada Sabtu (19)09/2026).FOTO: DADANG/SB
Kondisi kabut asap pekat di wilayah Puruk Cahu, pada Sabtu (19)09/2026).FOTO: DADANG/SB

 

SB, PURUK CAHU– Kota Puruk Cahu dan sejumlah wilayah di sekitarnya, Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap pekat pada Sabtu (19/9/2026). Kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya dan semakin jelas terlihat sejak pagi hingga sore hari.

Pantauan di sejumlah kawasan Kota Puruk Cahu menunjukkan kabut asap berwarna kekuningan menyelimuti lingkungan. Jarak pandang pengguna jalan juga dilaporkan menurun, bahkan diperkirakan hanya sekitar 30 meter di beberapa titik.

Selain mengganggu jarak pandang, aroma asap juga semakin kuat tercium. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi dan ditangani di sejumlah wilayah Kabupaten Murung Raya.

Munculnya kabut asap pekat ini menambah kekhawatiran masyarakat, terutama karena dapat mengganggu aktivitas warga dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan apabila paparan asap berlangsung terus-menerus.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos, SH mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi udara yang semakin dipenuhi asap.

“Saya kembali mengingatkan, saat ini udara di wilayah kita sudah masuk kategori berbahaya. Asap semakin tebal dan sangat berisiko bagi kesehatan,” ujar Bebie.

Ia meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, khususnya anak-anak serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak paparan asap.

“Kurangi kegiatan di luar rumah, terutama anak-anak. Jika harus keluar, wajib pakai masker demi melindungi pernapasan,” tegasnya.

Bebie juga mengajak masyarakat turut berperan dalam mengawasi kondisi lingkungan. Apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.

Menurutnya, kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi kemarau serta potensi karhutla yang masih terjadi di wilayah Murung Raya.

Masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, diimbau lebih berhati-hati ketika melintas pada pagi hingga sore hari saat jarak pandang menurun. (Ang)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard