Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Karhutla Masih Mengancam, Gubernur Agustiar Turun Langsung Antar Bantuan ke Pelosok Kalteng

Redaksi 21-09-2026, 09:36 WIB 2 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika memberikan bantuan berupa masker dan vitamin kepada masyarakat. (FOTO:ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika memberikan bantuan berupa masker dan vitamin kepada masyarakat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, perhatian terhadap masyarakat terdampak terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Tak sekadar menginstruksikan penyaluran bantuan, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran turun langsung menemui warga. Bantuan pangan dibawa hingga ke sejumlah desa di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, dan Barito Selatan.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang ikut merasakan dampak dari karhutla yang masih melanda sejumlah kawasan.

Di Kabupaten Pulang Pisau, bantuan diserahkan kepada warga Desa Sigi dan Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah. Dari sana, penyaluran berlanjut ke Kabupaten Kapuas, yakni Desa Sei Gawing dan Desa Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, serta Desa Timpah, Kecamatan Timpah.

Perhatian pemerintah juga menjangkau Kabupaten Barito Selatan. Di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Gubernur Agustiar Sabran kembali menyerahkan bantuan pangan secara langsung kepada masyarakat.

“Semua dibagikan kepada masyarakat yang terdampak,” kata Agustiar saat berada di Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Minggu (20/9/2026).

Bantuan tersebut menyasar masyarakat secara luas. Pemerintah provinsi berupaya memastikan bantuan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau warga yang berada di pelosok.

Bagi masyarakat di desa-desa yang terdampak, kehadiran pemerintah menjadi bagian penting di tengah situasi karhutla. Penyaluran secara langsung juga menjadi cara untuk memastikan perhatian pemerintah sampai ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Agustiar menegaskan bahwa masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah merupakan bagian dari perhatian pemerintah. Karena itu, jangkauan bantuan terus diperluas hingga ke desa-desa di pelosok Bumi Tambun Bungai.

Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi pesan bahwa penanganan dampak karhutla bukan hanya tentang menghadapi api dan asap, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.

Dari Sigi hingga Kalahien, bantuan bergerak menyusuri sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak, tanpa membedakan apakah mereka berada di pusat kota maupun pelosok desa. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard