Pentingnya E-STDB Perkuat Data Perkebunan Sawit di Kotim
SB, SAMPIT - Dinas Pertanian Kotim terus berupaya percepatan pendataan kebun swadaya Kotim melalui platfrom E-STDB (Elektronik-Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan Untuk Budidaya) dari Menteri Pertanian untuk mempermudah penerbitan STD-B bagi perkebunan sawit.
Kepala Dinas Pertanian kotim Sepnita menjelaskan Inpres Nomor 6 Tahun 2019 tentang rencana aksi daerah nasional perkebunan kelapa sawit berkelanjutan 2019-2024, mengamanatkan untuk seluruh produsen kelapa sawit yang ada di daerah yang menjadi sentra perkebunan sawit harus mendapatkan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan.
Dalam usaha untuk mencapai mandat sertifikasi berkelanjutan tersebut, salah satu dokumen yang dipersyaratan yaitu kepemilikan STDB. STDB adalah sebuah platform online yang bertujuan untuk memudahkan setiap tahapan dalam proses penerbitan STDB.
"Saat ini Pemerintah Kotim tengah berusaha meningkatkan sistem pendaftaran STD-B guna mempercepat perolehan STD-B bagi pekebun sawit swadaya dalam rangka mendukung pelaksanaan peremajaan sawit rakyat dan proses sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Pertanian Sepnita pada acara worshop STD-B Kotim di Gedung Sekretariat Pemda pada Senin (16/10/2023).
Upaya yang dilakukan salah satunya dengan melakukan percepatan sertifikasi ISPO. Untuk memperoleh sertifikasi tersebut, pihaknya mendorong pekebun rakyat sendiri harus mendaftarkan diri untuk memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) yang dikeluarkan oleh Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.
“STDB sangatlah penting karena merupakan bukti administrasi legal dari usaha perkebunan yang dimiliki pekebun dengan luas lahan kurang dari 25 hektar. Yang mencakup pekebun rakyat, koperasi, hingga perusahaan perkebunan. STDB ini penting untuk transparansi ISPO dan menjadi sertifikasi telusur dan produk sawit,” tegasnya.
Pihaknya berharap semakin banyak pekebun sawit swadaya di Kotim yang mendapat STD-B semakin banyak pendaftar untuk memperoleh ISPO, sebagai database apabila terjadi konflik lahan masyarakat, dan dengan sistem online data hasil sawit dapat membantu kelancaran pemasaran produk. (f1/sb)