Beras dan Cabai Penyumbang Inflasi Terbesar di Sampit
SB, SAMPIT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat komoditas beras dan cabai rawit dan cabai merah masih menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode November 2023 di Kota Sampit.
"Beras dan cabai penyumbang terbesar dengan nilai inflasi 0,17 persen. Jadi tiga komoditas di atas yang masuk dalam volatile food yang menyumbang inflasi terbesar,” kata Kepala BPS Kotim Eddy Surahman pada Rabu (13/12/2023).
Edy menjelaskan, inflasi di Kota Sampit terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
Adapun komoditas yang memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi, yaitu beras dan cabai rawit 0,090 persen, ikan nila 0,062 persen, emas perhiasan 0,038 persen, ikan gabus 0,019 persen, cabai merah 0,014 persen, rimbang atau tekokak 0,0 13 persen, ikan Kapar 0,013 persen, ikan patin dan gula pasir 0,012.
"Ini beberapa komoditas yang perlu menjadi perhatian di pekan kedua bulan Desember ini. Khusus untuk beras, tren harga komoditas ini terus meningkat. Rata rata harga beras antar wilayah juga mengalami disparitas,” ujarnya.
Eddy melanjutkan, meski dalam 3 bulan terakhir Kota Sampit mengalami inflasi secara berturut- turut namun menurutnya kondisi inflasi saat ini masih stabil.
Ia juga menambahkan, sehubungan dengan momentum Natal dan Tahun Baru sektor penerbangan biasanya juga akan mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, untuk saat ini hal tersebut belum bisa terlihat karena biasanya kenaikan harga pada sektor penerbangan baru terlihat mendekati hari perayaan. (f1/sb)