Gaji Tekon di Kotim Dua Bulan Belum Dibayarkan
SB, SAMPIT - Sejumlah tenaga kontrak (tekon) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan gaji yang terlambat dua bulan terakhir. Tidak sedikit dari mereka harus meminjam uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Sudah dua bulan gaji kami belum cair juga tidak tahu juga apa kendalanya. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru kebutuhan sudah semakin meningkat,” kata seorang tekon yang meminta namanya tak disebutkan, Salasa (14/12/2023).
Bagi mereka gaji bulanan merupakan hal yang ditunggu-tunggu untuk keperluan rumah tangga. Pasalnya tidak ada tambahan lagi selain menunggu gaji pokok bulanan.
Untuk diketahui gaji tekon yang belum dibayarkan dua bulan yakni Oktober dan November 2023. Dirinya berharap semoga pertengahan bulan Desember 2023 ini bisa dibayarkan agar bisa menutupi tunggakan keperluan rumah tangga.
"Tekon seperti kami jarang mendapatkan tambahan. Gaji kami hanya 2 JT lebih sedikit. Dan cuman gaji yang kami harapkan. Semoga pertengahan Desember ini sudah cair,” harapnya.
Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya berharap pemerintah pusat dan provinsi segera membayarkan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) Kotim. Pasalnya tersendatnya gaji tekon disinyalir dampak dari kondisi keuangan daerah yang tak stabil. Pencairan DBH akan memberikan bantuan signifikan bagi keuangan daerah, terutama keungan para pegawai dilingkungan Pemkab Kotim
Kotim memiliki hak DBH sebesar Rp 130 miliar dari Pemprov Kalteng dan Rp 180 miliar dari pemerintah pusat yang belum dipenuhi.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotim, per 12 Desember lalu pendapatan dari sektor DBH masih terealisasi sekitar 79,74 persen, yakni Rp227,52 miliar dari target Rp285,32 miliar. Dari sisi pendapatan, secara keseluruhan sudah terealisasi sekitar 89,26 persen dari target Rp2,04 triliun, yakni Rp 1,82 triliun. (f1/sb)